Penyakit Suka Berbohong demi Pengakuan
📅 Selasa, 19 Sep 2017, 01:00 WIB | Oleh: Tim PenulisManusia tak pernah luput dari kesalahan, baik yang disengaja ataupun yang tidak. Salah satunya adalah berbohong. Berbohong memang tampaknya masalah sepele. Tapi, satu kebohongan kecil, jika diteruskan lama-lama akan menjadi kebohongan besar. Karena sekali saja kita berbohong, maka kita akan selalu melakukan lagi suatu kebohongan untuk menutupi kebohongan yang sebelumnya. Dan jika hal itu tidak dihentikan, maka akan menjadi suatu kebiasaan. Berikut ini sejumlah penyakit yang timbul akibat kebiasaan berbohong.
- Sakit Kepala
Penyakit yang satu ini adalah penyakit yang paling sering dikeluhkan banyak orang. Jika sering sakit kepala tanpa sebab, bisa jadi itu karena akibat dari kebiasaan sering berbohong.
Sakit kepala bisa terjadi karena ada otot saraf yang tarik menarik ketika kita berbicara sesatu hal yang tidak benar. Bahkan ketika berbohong, terjadi perpindahan peradangan, spasme pembuluh darah serta distensi dari struktur otot di kepala atau leher. Hal-hal ini yang kemudian menimbulkan nyeri di bagian kepala.
- Stres
Sering merasa gelisah, khawatir, dan bingung setelah berbicara bohong? Atau mungkin stres karena terngiang-ngiang perkataan bohong yang kita ucapkan? Kalau merasa seperti ini, jangan dibiarkan saja. Karena kalau dibiarkan, bisa menyebabkan tekanan pada mental.
Kondisi tertekan ini jika ditambah dengan konflik batin lainnya, pada akhirnya bisa memicu kehilangan kesadaran diri yang disebut psikosomatik. Psikosomatik sendiri adalah penyakit fisik yang didasari penyakit psikis yang bisa kambuh jika ada faktor pencetus stres.
- Penyakit Jantung
Ketika seseorang berbohong, tubuh akan mengeluarkan hormon kortisol dan norepinefrin. Terlepasnya kedua hormon ini dipicu respons yang terjadi saat menghadapi kondisi di mana seseorang akan merasa dilema terhadap dua pilihan.
Peningkatan kedua hormon ini akan menimbulkan respons detak jantung yang semakin cepat serta tekanan darah pun meningkat secara drastis.
- Stroke
Sekali, dua, atau tiga kali berbohong mungkin tidak akan langsung bikin seseorang terkena stroke. Tapi, jika berbohong sudah menjadi suatu kebiasaan dan seringkali dilakukan, jangan kaget jika suatu hari Anda bisa terserang penyakit stroke mendadak.
Berbohong atau menyimpan rahasia besar selama bertahun-tahun memiliki kemungkinan yang cukup besar akan mengalami gangguan kesehatan dibandingkan orang-orang yang jarang, atau bahkan tidak pernah berbohong. Oleh sebab itu, betapa pentingnya untuk selalu berkata jujur agar hidup juga lebih tenang. pur/R-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!