Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Mahasiswa UI Minta KPK Usut Tuntas Kasus BLBI

📅 Kamis, 06 Jul 2017, 00:01 WIB | Oleh:

"Pada masa krisis ada kurang lebih 400 bank yang beroperasi dan kemudian kebanyakan ditutup dan menerima bantuan likuiditas dari pemerintah," ujar Steven.


Namun, lanjut dia, perlu diperjelas bahwa hingga saat ini penerima dana bantuan likuiditas ini tidak diungkap seluruhnya ke publik. "Penerima dana bantuan penyehatan perbankan yang diungkap ke publik, hanya penerima fasilitas BLBI," papar Steven.


Penyaluran dana BLBI, yang tujuan utamanya adalah untuk menyehatkan perekonomian sektor perbankan, pada kenyataannya tidak sesuai dengan harapan pemerintah.

Dana 144,54 triliun yang diterima bank-bank dalam penyehatan ternyata tidak digunakan sesuai dengan prosedur penggunaan BLBI namun ada penyimpangan sehingga menimbulkan kerugian negara.


Berdasarkan hasil audit investigasi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), kata Steven, dari 144,54 triliun rupiah dana BLBI yang disalurkan, sekitar 95,78 persen atau setara dengan 138,44 triliun rupiah ternyata disalahgunakan oleh penerima dana.

"Hal tersebut semakin diperparah karena jaminan yang diserahkan ke pemerintah tidak sesuai nilai pasar."


Utang Negara


Sejumlah kalangan sebelumnya mengemukakan utang BLBI dalam bentuk obligasi rekapitalisasi perbankan yang terbitkan pemerintah merupakan biang membengkaknya utang negara yang kini mencapai hampir 4.000 triliun rupiah.


Menanggapi hal itu, ekonom UMY, Achmad Ma'ruf, mengingatkan cara-cara lama dalam mengelola utang dengan menggali utang lebih dalam mesti segera ditinggalkan.

Ekonomi dunia belum menunjukkan perbaikan sehingga jika utang jangka panjang terus diambil untuk menutup utang jatuh tempo maka pemerintahan saat ini hanya mengulang apa yang dilakukan 10 tahun pemerintahan sebelumnya.


Lebih dari itu, lanjut dia, pada saat ini mesti diambil langkah tegas untuk mengurangi beban segera yakni penghentian pembayaran bunga obligasi rekap eks BLBI.

"Pelajaran itu untuk masa sekarang dan masa depan, dan langkah tegas penghentian bunga rekap adalah kewajiban setelah mengambil pelajaran. Tidak ada cara lain karena sudah sangat sulit," kata Ma'ruf. eko/YK/WP

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Tekstil RI Kalah Canggih dari China, Menperin Sarmuji Bongkar Biang Keroknya
    Langkah Kemenperin memprioritaskan restrukturisasi mesin yang telah berusia ...
  • Pasar Makin Prospektif, Kemenperin Pacu Industri Mainan Tembus Pasar Global
    Pencapaian ekspor mainan yang menembus USD 351,8 juta ...
  • Industri Mesin Diperkuat, Indonesia Tak Mau Terus Bergantung Impor
    Langkah strategis Ditjen ILMATE Kemenperin yang disampaikan oleh ...
  • Kemenperin Catat Sektor Industri Mainan Indonesia Serap 15.663 Naker
    Pencapaian surplus ekspor industri mainan nasional yang tembus ...
  • Timnas Indonesia Juara FIFA Asean Cup 2026, Tundukkan Thailand 4-2 Lewat Adu Penalti
    final ideal, kekuatan berimbang, pertandingan yg menguras tenaga ...
Megapolitan
Presiden Prabowo Serahkan B...
Advertisement
Tanggapan Gibran terkait Putusan MK soal Keabsahan Ijazah SMA Miliknya

Tanggapan Gibran terkait Putusan MK soal Keabsahan Ijazah SMA Miliknya

07 Oct 2026
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.