Duta Pancasila Didorong Jadi Teladan dan Calon Pemimpin Bangsa
📅 Selasa, 06 Okt 2026, 16:30 WIB | Oleh: Eko SKULON PROGO — Tujuh anggota Duta Pancasila Paskibraka Indonesia (DPPI) Kabupaten Kulon Progo periode 2026–2030 didorong terus mengembangkan kompetensi dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat. Keberadaan mereka diharapkan menjadi bagian dari proses pengaderan calon pemimpin bangsa yang memiliki karakter dan integritas.
Ketua Umum Pelaksana Pusat DPPI, Yuslihayanti, S.T., mengatakan DPPI merupakan organisasi binaan negara yang memiliki peran dalam pengaderan calon pemimpin bangsa berkarakter Pancasila. Karena itu, anggota DPPI tidak cukup hanya menyandang predikat sebagai Duta Pancasila, tetapi perlu menerjemahkan nilai-nilai tersebut dalam tindakan nyata.
DPPI dibentuk berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 51 Tahun 2022 terkait Program Paskibraka dan sejumlah aturan turunannya, termasuk Peraturan BPIP Nomor 3 Tahun 2022 serta Peraturan Organisasi DPPI Nomor 1 Tahun 2024.
“Kalian adalah representasi daerah, duta-duta Pancasila dan calon pemimpin bangsa masa depan. Teruslah mengembangkan diri dan bersinergi dengan pemerintah daerah untuk mendukung program-program yang telah ditetapkan,” pesannya.
Menurut Yuslihayanti, pengembangan kapasitas anggota penting agar peran DPPI tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Para anggota diharapkan mampu menerapkan nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari sekaligus berkontribusi melalui berbagai kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat.
Ia juga mendorong DPPI Kabupaten Kulon Progo membangun jejaring dengan kepengurusan DPPI di daerah lain. Pertukaran gagasan dan program dinilai dapat memperluas wawasan sekaligus membuka peluang kolaborasi antardaerah.
Terbentuknya kepengurusan DPPI Kulon Progo sekaligus melengkapi DPPI di seluruh kabupaten/kota di DIY. Yuslihayanti menyebut kondisi tersebut menjadikan DIY sebagai provinsi pertama di Indonesia yang seluruh kabupaten/kotanya telah membentuk dan mengukuhkan DPPI.
“Ini bukan suatu kebetulan. Paskibraka lahir dari Yogyakarta dan DPPI daerah juga pertama kali lahir dari Yogyakarta. Hari ini Kulon Progo menjadi penutup terbentuknya DPPI di seluruh kabupaten/kota di DIY,” ujarnya.
Bupati Kulon Progo Dr. R. Agung Setyawan, S.T., M.Sc., M.M., mengatakan keberadaan DPPI dapat menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan potensi dan melanjutkan nilai-nilai yang diperoleh selama menjalani proses sebagai Paskibraka.
“Bisa terpilih menjadi Duta Pancasila itu sesuatu yang luar biasa. Saya berharap anak-anak hebat ini nantinya menjadi pemimpin masa depan, tidak hanya di Kulon Progo, tetapi juga di Yogyakarta, bahkan bisa berkiprah di tingkat nasional,” ujarnya.
Sebagai Purna Paskibraka Indonesia, Agung menilai pengalaman menjadi Paskibraka dapat membentuk disiplin, tanggung jawab, dan keteladanan. Nilai tersebut selanjutnya perlu dibawa dalam kehidupan bermasyarakat.
Ia mengingatkan agar Pancasila tidak sekadar dipahami dan dihafalkan, tetapi diwujudkan melalui perilaku sehari-hari. Sikap tersebut penting agar Duta Pancasila dapat menjadi contoh bagi generasi muda lainnya.
“Saya berharap mereka tidak hanya menghafal Pancasila, tetapi benar-benar menerapkan dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.
Dengan peran tersebut, DPPI Kabupaten Kulon Progo diharapkan mampu berkontribusi melalui keteladanan, peningkatan kompetensi, dan kerja sama dengan pemerintah daerah maupun berbagai elemen masyarakat. Di tengah perkembangan digitalisasi dan derasnya arus informasi, para Duta Pancasila juga diharapkan tetap menjadikan nilai Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 sebagai pedoman dalam bersikap dan mengambil peran di tengah masyarakat.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!