20 Tentara Kamboja Tewas dalam Ledakan Pangkalan Amunisi
📅 Minggu, 28 Apr 2024, 08:38 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: AFP
PHNOM PENH - Dua puluh tentara Kamboja tewas dalam ledakan amunisi di pangkalan militer, kata Perdana Menteri Hun Manet, Sabtu (27/4).
Ledakan yang terjadi sekitar pukul 14.45 di pangkalan militer di provinsi Kampong Speu di sebelah barat ibu kota juga melukai beberapa tentara. Pihak militer mengatakan seluruh truk amunisi telah meledak.
"Saya sangat terkejut menerima berita mengenai insiden ledakan amunisi," kata Hun Manet dalam sebuah pernyataan di Facebook. Ia mengungkapkan "belasungkawa sedalam-dalamnya" kepada keluarga korban tewas.
Belum jelas apa penyebab ledakan tersebut.
Gambar di media sosial memperlihatkan bangunan satu lantai yang hancur diselimuti asap, dan penduduk desa terdekat juga berbagi gambar jendela pecah secara online.
Sebaiknya Anda baca juga:
Gambar lain menunjukkan warga sipil yang luka dirawat di rumah sakit.
Kecelakaan akibat amunisi bukanlah hal yang jarang terjadi di Kamboja, yang dipenuhi amunisi setelah konflik sipil selama beberapa dekade. Kecelakaan diperburuk oleh standar keselamatan yang sering kali longgar.
Tentara Kamboja mengatakan insiden itu adalah "ledakan gudang amunisi", yang menghancurkan sebuah truk yang penuh dengan persenjataan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sebuah gedung perkantoran serta barak di dekatnya hancur, dan 25 rumah di dekatnya juga rusak akibat ledakan tersebut.
Dalam pernyataannya, Hun Manet mengatakan dia telah memerintahkan menteri pertahanan dan panglima Angkatan Bersenjata Kerajaan Kamboja untuk segera mengatur pemakaman bagi para prajurit yang tewas.
Dia juga mengatakan keluarga korban yang tewas masing-masing akan menerima sekitar 20.000 dollar AS, sementara tentara yang terluka akan menerima 5.000 dollar AS.
Amunisi yang Belum Meledak
Kamboja dipenuhi dengan sisa amunisi dan senjata bekas perang saudara selama beberapa dekade pada tahun 1960-an.
Pada 2005, lima warga Kamboja tewas dan tiga lainnya luka-luka setelah ledakan di gudang senjata militer besar sekitar dua kilometer di luar kota Battambang di barat laut.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!