Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

15 Juta Buku Didistribusikan untuk Tingkatkan Literasi

📅 Selasa, 28 Feb 2023, 01:10 WIB | Oleh:
15 Juta Buku Didistribusikan untuk Tingkatkan Literasi Doc: ANTARA/AstridFaidlatulHabibah
Ket. Mendikbudristek, Nadiem Makarim

JAKARTA - Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) mendistribusikan 15 juta buku untuk meningkatkan literasi di satuan pendidikan. Buku tersebut terdiri dari 716 judul buku dan akan disalurkan ke hampir 20 ribu satuan pendidikan.

"Ini adalah rekor buat Kemendikbudristek yang sudah menyediakan dan mendistribusikan 15 juta eksemplar buku," ujar Mendikbudristek, Nadiem Makarim, dalam Merdeka Belajar Episode 23, di Jakarta, Senin (27/2).

Nadiem mengatakan, pendistribusian buku tidak hanya untuk sekolah di wilayah tertinggal, terluar, dan terdepan (3T), tetapi juga ke sekolah dengan data Asesmen Nasional (AN) dengan nilai literasi rendah. Dia menyebut saat ini satu dari dua peserta didik tidak mencapai kompetensi minimum literasi.

"Ini bukan berita baru tapi sudah kita ketahui dari lama dan data PISA juga menunjukkan hal yang sama. Ini satu permasalahan yang fundamental dan harus kita ubah," jelasnya.

Program Pendampingan

Nadiem mengungkapkan, pihaknya juga mengadakan pelatihan dan pendampingan bacaan kepada kepala sekolah, guru hingga pustakawan. Dia menyebut jangan sampai buku sekadar dikirimkan, tanpa ada program pemanfaatannya.

Dia memastikan, pelatihan tersebut dilakukan secara masif di setiap jenjang dari tingkat nasional, regional, kabupaten/kota dan sekolah. Pelatihan tersebut seperti praktik membaca nyaring serta teknik agar murid tertarik untuk ikut membaca.

"Materi pelatihannya juga dapat diakses secara mandiri, kita memberikan pelatihan ini secara gratis melalui aplikasi platform merdeka mengajar yang sudah digunakan dua juta guru," pungkasnya.

Nadiem mengingatkan, buku bacaan bagi pelajar mesti disesuaikan berdasarkan jenjang. Sebanyak 15 juta buku yang disalurkan sudah dikategorikan secara berjenjang.

Dijelaskannya, banyak buku yang tidak sesuai dengan konteks anak. Di sisi lain orang tua kerap mencekoki standar moralitas tinggi kepada anak lewat buku bacaan. "Buku-buku yang disalurkan dapat diakses gratis melalui platform digital Kemendikbudristek dan Room to Read dan Let's Read. Jadi ini kolaborasi kita karena kita tak bisa menjalankan sendiri," tandasnya.

Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kemendikbudristek, E. Aminudin Aziz, mengatakan, kemampuan literasi erat kaitannya dengan kebiasaan dan pembiasaan membaca yang dilakukan oleh masing-masing individu sejak usia dini. Dia menyebut, murid-murid memiliki minat baca tinggi, tapi tidak dibarengi dengan ketersediaan buku bacaan.

"Persoalannya, tingginya minat baca tidak didukung ketersediaan buku bacaan. Kalau tersedia, bahan bacaan itu belum tentu sesuai minat anak yang dibuat dari perspektif anak," terangnya.

Dia menyebut, 15 juta buku tersebut disediakan dari berbagai cara. Selain dari sayembara penulisan buku anak, bimbingan teknis, dan kerja sama, ada juga penerjemahan buku anak bahasa daerah dan bahasa asing. "Kini kita memiliki koleksi cukup banyak sebagai sumber belajar untuk meningkatkan literasi anak," ucapnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.