Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Cegah Polusi, Pengembangan Transportasi Energi Terbarukan Diperlukan

📅 Senin, 14 Agu 2023, 10:55 WIB | Oleh: Tim Penulis
Cegah Polusi, Pengembangan Transportasi Energi Terbarukan Diperlukan Doc: ANTARA/Muhammad Adimaja
Ket. Penumpang naik bus listrik di Jakarta, Senin (20/2/2023).

JAKARTA - Dewan Proper Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Agus Pambagio meminta pemerintah perlu lebih berinvestasi dalam mengembangkan infrastruktur transportasi yang berbasis pada energi terbarukan dalam upaya mencegah polusi udara.

Agus Pambagiomerespons situasi udara di DKI Jakarta yang akhir-akhir ini memburuk, menyatakan pemerintah dapat mengalokasikan lebih banyak sumber daya untuk mengembangkan infrastruktur transportasi yang menggunakan sumber energi terbarukan.

"Seperti kendaraan listrik (electric vehicle/EV), biodiesel, dan biofuel yang efisien dan terjangkau seperti kereta api, bus, dan moda transportasi umum lainnya," kata Agus dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Senin (14/8).

Lebih lanjut, ia menyebut bahwa sumber polutan yang memenuhi udara di Jakarta berasal dari sektor transportasi.

Situasi udara yang tercemar telah mencapai tingkat yang sangat mengkhawatirkan di Jakarta, bahkan termasuk dalam salah satu kondisi paling buruk di dunia.

Data menunjukkan, peta kualitas udara di Jakarta (OQAir) secara live kerap menunjukkan rata-rata kondisi di Jakarta adalah pada status tidak sehat bagi kelompok sensitif.

Adapun, jumlah kendaraan bermotor khusus di DKI Jakarta mencapai sekitar 21,8 juta unit pada akhir 2022. Data tersebut tercatat dalam laporan Statistik Indonesia 2023 yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS).

Menurut laporan tersebut, selama periode 2020-2022 jumlah mobil penumpang di Jakarta sudah bertambah sekitar 1,6 juta ?unit.

Agus mengatakan kendaraan berbahan bakar minyak saat ini menjadi kontributor besar dalam polusi udara di Jakarta, selain sektor industri.

"Dalam situasi saat ini, kendaraan bermotor menjadi penyebab signifikan dari polusi udara di Jakarta, mencakup sekitar 57 persen dari total polutan," ujarnya pula.

Dari persentase 57 persen polutan yang dihasilkan oleh kendaraan berbahan bakar minyak, kata dia pula, hampir 98 persen berasal dari kendaraan pribadi yang beroperasi di jalan-jalan ibu kota.

Dalam hal pencemaran udara, Agus pun menepis isu pembangkitan listrik yang dijadikan penyebab meningginya polusi udara di Jakarta.

"Masalahnya adalah transportasi," ujar Agus.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Nasional
BMKG: Gempa Dangkal dengan ...
Daerah
Dedi Mulyadi: Hadiah Sayemb...
Daerah
Banyumas Lengger Bicara Jad...
Megapolitan
Dindikbud Kota Serang Bante...
Megapolitan
Sabtu Pagi, Udara Jakarta T...
Megapolitan
Semarak Parade Festival Day...
Luar Negeri
AS Umumkan Terobosan Diplom...

AS Panik, AI Mythos Bobol Sistem Rahasia NSA dalam Hitungan Jam

10 jam yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Luar Negeri
AS Panik, AI Mythos Bobol S...
Malam Puncak HUT Jakarta 2026: Cek Rekayasa Lalu Lintas dan Pengalihan Arus Bundaran HI

Malam Puncak HUT Jakarta 2026: Cek Rekayasa Lalu Lintas dan Pengalihan Arus Bundaran HI

26 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.