Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Banyumas Lengger Bicara Jadi Ruang Merawat Identitas Budaya

📅 Sabtu, 27 Jun 2026, 08:13 WIB | Oleh: Tim Penulis
Banyumas Lengger Bicara Jadi Ruang Merawat Identitas Budaya Doc: ANTARA
Ket. Senandung Tanah Makmur menjadi pergelaran utama dalam Banyumas Lengger Bicara 2026 di kawasan Menara Teratai, Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Jumat (26/6/2026) malam.

PURWOKERTO - Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono mengatakan acara Banyumas Lengger Bicara 2026 menjadi ruang dialog, belajar, dan perjumpaan masyarakat dengan akar budayanya sekaligus memperkuat identitas daerah melalui pelestarian seni dan budaya di tengah perkembangan zaman.

"Lengger Bicara bukan sekadar agenda seni, tetapi ruang dialog, ruang belajar, sekaligus ruang perjumpaan yang mempertemukan masyarakat dengan akar budayanya sendiri," kata Sadewo saat memberi sambutan dalam Banyumas Lengger Bicara 2026 di Menara Teratai, Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Jumat malam.

Ia mengatakan tema "Gemah Ripah Loh Jinawi" menggambarkan tanah yang subur, kehidupan yang makmur, masyarakat yang hidup rukun, serta budaya yang tumbuh bersama warganya.

Menurut dia, kemakmuran tidak hanya diukur dari pembangunan fisik dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari kemampuan menjaga identitas, nilai, dan warisan budaya yang menjadi jiwa masyarakat Banyumas.

Ia menilai pelestarian kesenian Lengger harus dilakukan melalui ruang diskusi, pendidikan, regenerasi pelaku seni, dan keterlibatan generasi muda agar tetap hidup serta dicintai masyarakat.

Terkait dengan hal itu, ia mengajak seluruh masyarakat Banyumas terus mencintai, menjaga, dan mengembangkan budaya daerah sebagai bagian dari jati diri bersama.

"Juga menjadikan Lengger Bicara 2026 sebagai momentum merawat warisan leluhur dan menumbuhkan kreativitas budaya yang mampu menjawab tantangan zaman," kata Bupati.

Banyumas Lengger Bicara 2026 menampilkan pagelaran tari “Sastra Jiwangga” karya Rianto yang dimainkan oleh Sang Maestro Lengger itu sendiri, sedangkan acara utama berupa pagelaran “Senandung Tanah Makmur” berupa tari-tarian yang diiringi orkestra Jawa.

Pagelaran itu juga diisi dengan penyerahan penghargaan kepada Peang Penjol yang merupakan grup lawak legendaris asal Banyumas.

Dalam hal ini, Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyerahkan penghargaan kepada Suliyah, Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat menyerahkan penghargaan kepada keluarga almarhum Rusmadi (Peang), dan Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono menyerahkan penghargaan kepada keluarga almarhum Sadikun (Penjol).

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Daerah
Pemprov Kalsel Bangun Layan...
Megapolitan
Dindikbud Kota Serang Bante...
Megapolitan
Semarak Parade Festival Day...
Luar Negeri
AS Umumkan Terobosan Diplom...
Malam Puncak HUT Jakarta 2026: Cek Rekayasa Lalu Lintas dan Pengalihan Arus Bundaran HI

Malam Puncak HUT Jakarta 2026: Cek Rekayasa Lalu Lintas dan Pengalihan Arus Bundaran HI

26 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.