Yogyakarta Fokus Cegah Laju Angka Stunting Baru
📅 Minggu, 26 Okt 2025, 13:50 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA
YOGYAKARTA – Pemerintah Kota Yogyakarta fokus menurunkan angka stunting balita dengan kondisi gangguan tumbuh kembang akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang sejak usia dini dengan upaya pencegahan angka stunting baru.
"Di Kota Yogyakarta, kita bersyukur karena prevalensi stunting telah menurun menjadi 10,49 persen. Fokus kami dalam menurunkan stunting dengan mencegah angka stunting baru," kata Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, pada kegiatan Festival Sehat Ceria si Kecil di Taman Pintar, Yogyakarta, Minggu (26/10).
Menurut Hasto, fokus pencegahan stunting sangat efektif karena kalau ditangani sebelum kondisi stunting, tingkat keberhasilannya mencapai 70 persen, sedangkan jika stunting ditangani setelahnya maka keberhasilannya hanya sekitar 20 persen.
"Pencegahan perlu dilakukan dimulai fase pranikah dengan prakonsepsi serta pemenuhan nutrisi yang seimbang, contohnya untuk ibu hamil dan anak di atas dua tahun, minum susu merupakan hal penting termasuk mendapatkan nutrisi penting," katanya.
Oleh karena itu, Pemerintah Kota Yogyakarta mengapresiasi kolaborasi multisektor yang dilakukan K24 dan Sarihusada melalui kegiatan edukatif bertajuk Festival Sehat Ceria si Kecil dalam Upaya Mewujudkan Generasi Maju Bebas Stunting.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Kolaborasi semacam ini dapat terus berlanjut dan menginspirasi lebih banyak pihak untuk terlibat dalam upaya bersama menghapus stunting dari Indonesia," katanya.
Sementara itu, Founder & CEO K-24 Group, Gideon Hartono mengatakan Festival Sehat Ceria si Kecil, merupakan kegiatan edukasi untuk meningkatkan pemahaman orang tua mengenai pentingnya deteksi dini tumbuh kembang serta pemenuhan gizi seimbang dalam mencegah stunting.
"Ini sekaligus menjadi awal dari rangkaian pendampingan dan pemberian bantuan bagi anak-anak yang membutuhkan agar tumbuh kembangnya dapat dipantau secara berkelanjutan. Kami percaya bahwa upaya pencegahan stunting memerlukan kolaborasi," katanya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dia mengatakan sebagai wujud nyata pengentasan stunting, Apotek K-24 memberikan Pangan untuk Keperluan Medis Khusus (PKMK) kepada anak di atas satu tahun yang terindikasi stunting sesuai dengan resep dokter. Program ini berjalan tiga sampai enam bulan.
"Melalui program ini, kami ingin memastikan bahwa setiap upaya yang kami lakukan benar-benar memberikan dampak bagi keluarga Indonesia, dan berkontribusi dalam mewujudkan generasi yang tumbuh sehat, kuat, dan bebas stunting," katanya.
Sementara itu, Sales Director Sarihusada, Rizki Imam Ardhi, mengatakan kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam memperluas jangkauan edukasi dan layanan nutrisi ke masyarakat.
Menurut dia, dukungan yang diberikan dalam acara ini melalui kegiatan skrining dan pemberian edukasi nutrisi juga merupakan bagian dari kampanye Generasi Maju Bebas Stunting dan 3 Langkah Maju yang telah dijalankan sejak 2023.
"Kami ingin terus membantu orang tua memahami pentingnya tiga langkah sederhana, yaitu memantau pertumbuhan anak, berkonsultasi dengan tenaga kesehatan, dan memberikan nutrisi yang tepat, sebagai upaya konkret mencegah stunting," katanya.
Sedangkan Dokter Spesialis Anak dari RS Bethesda Yogyakarta, Devie Kristiani, menekankan bahwa edukasi langsung kepada orang tua merupakan langkah strategis untuk mempercepat pencegahan stunting di tingkat keluarga.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!