Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Wow Terobosan Brilian! Pemkab Banyuwangi Kembangkan Beras Biofortifikasi

📅 Rabu, 04 Jun 2025, 17:55 WIB | Oleh:
Wow Terobosan Brilian! Pemkab Banyuwangi Kembangkan Beras Biofortifikasi Doc: ANTARA/HO-Pemkab Banyuwangi
Ket. Pengembangan beras biofortifikasi di Banyuwangi, Jawa Timur, menggunakan teknologi ramah lingkungan.

BANYUWANGI - Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, membuat terobosan mengembangkan beras bernutrisi atau beras biofortifikasi, yakni meningkatkan kandungan gizi pada padi dengan teknologi ramah lingkungan.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengemukakan beras tersebut mengandung berbagai vitamin dan mineral yang dibutuhkan oleh tubuh, seperti vitamin A, B1, B3, B12, B9 (asam folat), zat besi, dan zinc, sehingga sangat baik untuk dikonsumsi, terutama bagi ibu hamil dan anak-anak yang sedang dalam masa pertumbuhan.

"Upaya ini selaras dengan Asta Cita Presiden Prabowo, selain mendukung ketahanan pangan, pengembangan beras bernutrisi juga memperkuat pembangunan SDM," ujar dia dalam keterangannya diterima di Banyuwangi, Rabu (4/6).

Harapannya, lanjut Ipuk, kualitas gizi masyarakat semakin meningkat dan selain itu juga bisa menekan bahkan mencegah stunting di kabupaten ujung timur Pulau Jawa itu.

"Beras biofortifikasi diproduksi melalui modifikasi genetik tanaman padi untuk meningkatkan kandungan gizi, dan pengembangan beras ini dilakukan pemkab bersama produsen pertanian ramah lingkungan yang berbasis di Banyuwangi, Pandawa Agri Indonesia, Danone Indonesia dan Bulog Banyuwangi," katanya.

Sementara itu, CEO Pandawa Agri Indonesia, Kukuh Roxa Putra menambahkan saat ini pengembangan beras biofortifikasi dilakukan di lahan seluas 60 hektare dengan melibatkan puluhan petani.

Lahan tersebut tersebar di sejumlah wilayah, seperti Kecamatan Blimbingsari, Licin, Glagah, Singojuruh, dan Sempu.

"Tahun 2026 akan kami perluas hingga 500 hektare dengan melibatkan seratusan petani," kata Kukuh Roxa.

Dalam pelaksanaannya, katanya, pendampingan dari hulu ke hilir kepada para petani, mulai penyiapan benih, pengolahan lahan, proses budi daya, hingga perlakuan pascapanen.

Dengan pendampingan tersebut, produktivitas tanaman padi bisa ditingkatkan hingga 15 persen.

Kukuh menambahkan, dalam proses budi daya padi biofortifikasi, pihaknya konsisten menerapkan pertanian ramah lingkungan.

Misalnya, melakukan pemupukan berimbang dan rasional, menggunakan decomposer jerami untuk meningkatkan bahan organik tanah, serta menerapkan sistem pengairan basah kering untuk menekan emisi gas rumah kaca. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
Megapolitan
Mau Tawuran, Dua Pemuda Baw...
Megapolitan
Perum Bulog Lebak-Pandeglan...

BPJS Kesehatan Edukasi Polda Kepri Terkait Program JKN

1.5 jam yang lalu | Bambang Wijanarko

Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
Rona
6 Drama Korea Baru yang Waj...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.