Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Wow! Era Baru Pertanian: 1.335 Hektare Lahan Smart Farming Disiapkan Pemerintah di Lampung Selatan, Siapkan Petani Konvensional?

📅 Senin, 22 Sep 2025, 18:35 WIB | Oleh: Tim Penulis
Wow! Era Baru Pertanian: 1.335 Hektare Lahan Smart Farming Disiapkan Pemerintah di Lampung Selatan, Siapkan Petani Konvensional? Doc: ANTARA FOTO/Syaiful Arif
Ket. Warga menghidupkan penyiraman menggunakan teknologi digital di Kelompok Tani Hutan (KTH) Desa Wonosalam, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Selasa (12/12/2023).

BANDARLAMPUNG – Penerapan smartfarming di Indonesia penting untuk menjawab tantangan produktivitas, efisiensi, dan ketahanan pangan di tengah keterbatasan lahan, perubahan iklim, serta meningkatnya kebutuhan pangan.

Dengan memanfaatkan teknologi digital, sensor, data analitik, dan otomatisasi, smartfarming dapat membantu petani mengoptimalkan penggunaan air, pupuk, dan benih sehingga hasil panen lebih tinggi sekaligus ramah lingkungan.

Selain itu, sistem ini membuka peluang integrasi petani ke rantai pasok modern melalui akses informasi pasar secara real time. Namun, keberhasilan implementasi bergantung pada ketersediaan infrastruktur digital, literasi teknologi di kalangan petani, serta dukungan kebijakan agar adopsinya inklusif dan tidak hanya dinikmati oleh pelaku skala besar.

Tenaga Ahli Menteri Pertanian Hermansyah mengatakan pemerintah menyiapkan lahan pertanian seluas 1.335 hektare di Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung, sebagai lokasi smart farming.

"Lampung ini akan menjadi provinsi percontohan penerapan smart farming bagi daerah-daerah lain di Indonesia," ujarnya di Bandarlampung, Senin (22/9).

Hermansyah mengatakan lokasi smart farming pertama di Lampung itu, ada di Trimomukti Candipuro, Kabupaten Lampung Selatan.

"Dalam memastikan percontohan smart farming ini bisa berjalan dengan lancar, telah dilakukan kerja sama dengan PLN untuk penyediaan infrastruktur listriknya. Karena mereka memiliki teknologi solar cell, jadi listrik tersedia tanpa kabel," katanya.

Dia menjelaskan dalam pembentukan smart farming di lokasi tersebut direncanakan pula penggunaan traktor listrik, combine harvester listrik, dan disiapkan juga stasiun listrik untuk pengisian bahan bakar kendaraan listrik.

"Konsep pemanfaatan tenaga listrik ini menjadi satu hal yang fundamental untuk diterapkan. Karena dengan adanya ini kita akan membangun infrastruktur yang memang yang mendukung smart farming," ucap dia.

Ia melanjutkan dengan penerapan tenaga listrik dalam pengelolaan smart farming dapat menekan biaya produksi pertanian hingga 70 persen, sehingga lebih efektif dan efisien.

"Pengembangan daerah percontohan smart farming ini akan dilakukan secara paralel, karena smart farming ini akan diterapkan di seluruh kabupaten di Provinsi Lampung. Nanti akan dikembangkan di Kabupaten Lampung Selatan, Lampung Timur, Lampung Tengah. Tapi nanti kapasitasnya berbeda-beda sekitar 1.000 ha per kabupaten dibuat semacam demplot dulu," tambahnya.

Menurut dia, dalam progres pengembangan smart farming tahap pertama di Kabupaten Lampung Selatan tersebut pihaknya tengah melakukan site planning, dan direncanakan selain membangun smart farming juga akan dibuat agrowisata di lokasi tersebut.

"Alokasi anggaran pengembangan smart farming ini berasal dari APBD dan kami mencoba mengupayakan juga lewat tanggung jawab sosial perusahaan. Bahkan, mengundang investor, dari China dan Rusia," ujar dia.

Ia mengatakan untuk memastikan investor berinvestasi di dalam program smart farming tersebut pihaknya akan memastikan keberhasilan program tersebut di area percontohan seluas 1.335 hektare di Lampung Selatan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.00...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.