Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Waspadai Kelangkaan Pangan

📅 Jumat, 01 Mar 2024, 09:37 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Waspadai Kelangkaan Pangan Doc: ISTIMEWA

JAKARTA - Indonesia jangan sampai seperti krisis pangan di Ethiopia utara, sebab Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melalui Badan Kemanusiaan telah mengalokasikan 17 juta dollar AS untuk membantu meringankan krisis kelaparan sebagai dampak El Nino di negara tersebut.

Peneliti Ekonomi Celios, Nailul Huda, mengatakan Indonesia harus waspada terhadap risiko krisis pangan, terutama terkait stok pangan dalam negeri. "Jangan sampai terjadi kelangkaan stok sehingga menimbulkan gejolak harga dalam negeri," tegasnya kepada Koran Jakarta, Kamis (29/2).

Huda menekankan manajemen stok barang harus bisa menjadi senjata pemerintah untuk bisa mengontrol harga. Kedua, sumber air untuk pertanian harus digarap dengan tepat dan cepat. Karena itu, pembangunan embung air untuk sawah harus dikebut.

"Modifikasi cuaca juga bisa dilakukan di daerah-daerah penghasil padi yang mempunyai intensitas hujan rendah," tambahnya.

Berbagai langkah manajemen stok dan penguatan produksi tersebut bisa menjadi kebijakan efektif pemerintah.

Seperti diketahui, Badan Kemanusiaan PBB, Selasa (27/2), mengalokasikan 17 juta dollar AS atau sekitar 266,13 miliar rupiah untuk membantu meringankan krisis pangan dan kelaparan di Ethiopia utara.

Hal itu disampaikan oleh Wakil Sekretaris Jenderal Martin Griffiths dari Dana Tanggap Darurat Pusat atau Central Emergency Response Fund (CERF) yang mencerminkan keprihatinan mendalam atas dampak kekeringan akibat El Nino yang mempengaruhi wilayah Afar, Amhara, dan Tigray.

"Kerawanan pangan akan semakin parah dalam beberapa bulan ke depan," ungkap Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan PBB atau OCHA.

Saat kekeringan baru makin intensif, lebih dari 10 juta orang di seluruh Ethiopia diperkirakan akan membutuhkan bantuan pangan selama musim paceklik yang akan berlangsung pada Juli hingga September.

Badan Kemanusiaan PBB menyebut kekeringan sebelumnya dan konflik yang sedang berlangsung terus menimbulkan dampak. Hal itu diperparah dengan banjir yang diperkirakan akan membawa kesulitan lebih lanjut.

Berkat kemurahan hati dan upaya mereka bagi pemerintah Ethiopia, sekitar 6,6 juta orang telah dijangkau bantuan pangan dan uang tunai. Meski demikian, OCHA menegaskan masih banyak sumber daya yang sangat diperlukan.

Dalam rangka mempertahankan dan meningkatkan respons pangan dan nonpangan kemanusiaan di seluruh Ethiopia, Badan Kemanusiaan PBB bersama pemerintah Ethiopia, Senin (26/2), meluncurkan permohonan permintaan dana sebesar 3,24 miliar dollar AS guna memenuhi kebutuhan 15,5 juta orang yang butuh bantuan tahun ini.

Diimbau Tenang

Sementara itu, Direktur Utama Perum Bulog, Bayu Krisnamurthi, mengimbau masyarakat tak perlu khawatir terhadap kenaikan harga beras dan stok beras. Menurutnya, saat ini harga mulai stabil dan normal kembali karena pasokan beras di Pasar Induk Johar Karawang mulai masuk dari Jawa Tengah yang mulai panen raya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Antisipasi Kemarau, Masa Tanam Dipercepat

11 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Antisipasi Kemarau, Masa Ta...
Daerah
Cukup Bagus Hasil Penanaman...
Nasional
Kepala BGN Baru Diminta Fok...
Nasional
Pengukuhan dan Pengambilan ...
Megapolitan
Upaya Pembersihan Sampah di...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.