Waspada, BMKG Beri Peringatan Cuaca Ekstrem di Sumsel 3 Hari Ke Depan, Cek Daftar Wilayah Terancam
📅 Jumat, 20 Mar 2026, 12:20 WIB | Oleh: AlfredPALEMBANG - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini bagi masyarakat di Provinsi Sumatera Selatan guna mewaspadai potensi cuaca ekstrem dalam tiga hari ke depan.
Meski kondisi pagi hingga siang hari didominasi cuaca cerah berawan, perubahan atmosfer yang signifikan pada sore hingga malam hari diprediksi akan memicu hujan lebat disertai angin kencang dan kilat.
Otoritas meteorologi setempat menaruh perhatian khusus pada wilayah dataran tinggi dan bagian barat Sumsel, seperti Lahat dan Muara Enim, di mana pertumbuhan awan konvektif yang cepat berisiko menimbulkan dampak kebencanaan mulai dari pohon tumbang hingga genangan air.
"Khususnya, wilayah Lahat, Muara Enim, OKU Selatan, OKU Timur, Musi Rawas, Musi Rawas Utara untuk mewaspadai hujan lebat disertai angin kencang pada sore hingga malam hari dalam waktu tiga hari ke depan," kata Ketua Tim Data dan Informasi Stasiun Meteorologi Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang Sinta Andayani dikonfirmasi di Palembang, Jumat.
Ia menyatakan bahwa secara umum cuaca di Sumatera Selatan pada pagi hingga siang hari masih didominasi kondisi cerah berawan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Namun, perubahan cuaca signifikan berpotensi terjadi saat memasuki waktu sore hingga malam hari.
“Berdasarkan pantauan dinamika atmosfer, terdapat potensi hujan ringan hingga sedang pada sore dan malam hari yang sifatnya masih lokal atau sporadis dengan durasi yang cenderung singkat,” ujarnya.
Meski demikian, Sinta memberikan catatan khusus untuk wilayah-wilayah di dataran tinggi dan bagian barat Sumsel. Wilayah seperti Kabupaten Lahat, Muara Enim, OKU Selatan, OKU Timur, Musi Rawas, serta Musi Rawas Utara memiliki peluang tinggi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat pada sore hingga malam hari.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ia menjelaskan bahwa kondisi cuaca di wilayah-wilayah tersebut dipicu oleh faktor cuaca lokal yang cukup kuat. Kondisi topografi dan pemanasan yang intensif pada siang hari memicu pertumbuhan awan konvektif secara cepat, yang kemudian melepaskan energi dalam bentuk hujan lebat.
Masyarakat juga diminta untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap fenomena cuaca penyerta. Selain curah hujan yang tinggi, hujan yang turun berpotensi dibarengi dengan angin kencang serta kilat atau petir yang dapat membahayakan keselamatan maupun merusak infrastruktur ringan.
"Kami mengimbau warga, terutama yang berada di wilayah rawan bencana, untuk tetap waspada terhadap potensi dampak yang ditimbulkan, seperti pohon tumbang atau genangan air, serta selalu memantau perkembangan informasi cuaca terkini dari BMKG," ujarnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!