Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Wapres Ma’ruf Amin Sebut Inovasi dan Teknologi Kesehatan Merupakan Wajah Peradaban Bangsa

📅 Kamis, 09 Nov 2023, 13:23 WIB | Oleh: Tim Penulis
Wapres Ma’ruf Amin Sebut Inovasi dan Teknologi Kesehatan Merupakan Wajah Peradaban Bangsa Doc: antarafoto
Ket. Wapres Ma'ruf Amin

JAKARTA - Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin menyatakan bahwa inovasi dan teknologi di bidang kesehatan merupakan wajah peradaban suatu bangsa.

Dalam sambutan pada peresmian pembukaan pameran dalam rangka Hari Kesehatan Nasional ke-59 di Jakarta, Kamis (9/11), Ma'ruf Amin meminta agar inovasi dan teknologi menjadi urat nadi dalam transformasi sektor kesehatan yang sedang dijalankan.

"Kita harus sungguh-sungguh bahwa inovasi dan teknologi kesehatan adalah wajah peradaban masa depan. Inovasi dan teknologi kesehatan akan menjawab kebutuhan masyarakat modern akan layanan kesehatan yang solutif, praktis, cepat, mudah dan terjangkau," ujar Wapres di Jakarta, Kamis.

Wapres menyampaikan sebagai negara besar yang dikaruniai Allah Swt dengan sumber daya alam dan manusia yang melimpah, bangsa Indonesia harus mengencangkan ikhtiar dalam inovasi dan penguasaan teknologi agar bangsa Indonesia tidak tertinggal dalam berbagai bidang pembangunan termasuk bidang kesehatan.

Menurutnya, inovasi akan tumbuh dalam ekosistem kesehatan yang memiliki keinginan untuk berubah. "Oleh sebab itu mari kita bekerja sama untuk terus melakukan perbaikan inovasi dalam sistem dan layanan kesehatan kita, jangan sampai sistem kesehatan kita gagal memenuhi kebutuhan masyarakat dan kalah dalam persaingan global," terangnya.

Dia menyampaikan bahwa simbiosis antara inovasi, teknologi dan kesehatan akan melahirkan prinsip penting dalam pelayanan kesehatan yaitu efisiensi. Ia mengingatkan bahwa inovasi tidak hanya seputar penemuan teknologi canggih tapi juga cara berpikir kreatif dalam memanfaatkan sumber daya alam yang dimiliki.

"Kita dapat belajar dari negara maju yang telah berhasil mengintegrasikan obat-obatan tradisional ke dalam sistem kesehatan mereka," kata Wapres.

Dia menyampaikan Indonesia kaya akan tanaman obat tradisional, dengan ribuan spesies tanaman yang tumbuh yang diketahui memiliki khasiat sebagai obat.

"Meski baru sebagian kecil yang digunakan sebagai bahan baku industri obat tradisional seperti temulawak, jinten, kapulaga dan juga bunga lawang. Mari kita berdayakan pengetahuan tradisional dan warisan budaya tersebut untuk menghasilkan kemashlahatan yang seluasnya bagi kesehatan masyarakat," ujar Wapres.

Wapres pun menyambut gembira karena temulawak dinobatkan sebagai tanaman obat unggulan Indonesia. Dia berharap langkah itu dapat mendukung pencapaian kemandirian industri farmasi dalam negeri.

"Saya meminta agar diperhatikan dan dijaga mutu, pengawasan produk dari temulawak ini agar aman dikonsumsi masyarakat. Terhadap obat-obatan tradisional yang sudah terstandar dan diakui sebagai produk bermutu agar terus dipromosikan dan didorong sehingga mampu bersaing dengan produk sejenis dari negara lain seperti gingseng dan lain sebagainya," kata dia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
DLH Cirebon Kerahkan 9 Truk...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.