Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Wali Kota Bandung akan Utamakan Stabilitas Pelayanan Publik dalam Penataan Kabel Udara

📅 Rabu, 03 Jun 2026, 15:00 WIB | Oleh:
Wali Kota Bandung akan Utamakan Stabilitas Pelayanan Publik dalam Penataan Kabel Udara

BANDUNG - Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menunjukkan sikap tegas sekaligus hati-hati dalam program penataan kabel udara di Kota Bandung. Meski penertiban terus berjalan, Farhan memilih menunda pemotongan kabel di kawasan Jalan Asia Afrika hingga seluruh sistem cadangan jaringan benar-benar siap.

Keputusan tersebut diambil untuk memastikan tidak terjadi gangguan terhadap layanan publik yang bergantung pada koneksi internet mulai dari layanan perbankan hingga Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB).

Wali Kota Farhan mengungkapkan, berbeda dengan di Jalan Merdeka, pemotongan dilaksanakan karena dukungan jaringan sudah siap.

“Pemotongan kabel ini tidak akan mengganggu pelayanan publik, tidak akan kena blackout. Kalau backup jaringannya sudah siap, baru kita potong,” kata Wali Kota Farhan, di Jalan Merdeka Kota Bandung, Selasa (2/6).

Menurut dia, Pemerintah Kota Bandung tetap berkomitmen menertibkan kabel-kabel udara yang selama ini mengganggu estetika kota dan melanggar ketentuan. Namun, penegakan aturan tidak boleh mengorbankan kepentingan masyarakat.

Hasil evaluasi yang dilakukan hingga dini hari menunjukkan masih ada sejumlah operator yang belum menyelesaikan proses migrasi jaringan ke kabel bawah tanah.

Dari total 39 jaringan yang menjadi target penertiban, sebanyak 13 jaringan dinyatakan siap. Sedangkan sisanya masih membutuhkan waktu untuk menyelesaikan sistem cadangan.

Oleh karena itu, Wali Kota Farhan meminta para operator telekomunikasi, penyedia layanan internet serta Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi (Apjatel) segera menyepakati jadwal kesiapan mereka.

“Kalau pemerintah siap menertibkan. Yang sekarang kita kejar adalah kapan mereka siap. Jangan sampai kita potong ternyata layanan publik terganggu,” ujar dia.

Wali Kota Farhan mengaku sebenarnya ingin mempercepat proses penertiban. Namun, setelah mendapat laporan teknis, sejumlah jaringan cadangan belum berfungsi maksimal. Akhirnya Wali Kota Farhan memutuskan untuk menunda pemotongan di jalur Asia Afrika.

“Saya tadinya mau main potong saja. Tapi setelah dicek, backup-nya belum 100 persen. Kalau koneksi internet terganggu sekarang dampaknya bisa luas,” ungkap dia.

Ia menilai keberlangsungan layanan digital saat ini menjadi faktor yang tidak bisa diabaikan. Selain layanan perbankan, berbagai pelayanan pemerintahan dan pendidikan juga sangat bergantung pada kestabilan jaringan internet.

Meski demikian, Wali Kota Farhan memastikan penertiban kabel udara tetap berjalan di titik-titik yang telah memenuhi persyaratan teknis. Setelah mendapat konfirmasi bahwa sistem cadangan telah aktif dan siap digunakan, proses pemotongan dapat dilakukan tanpa jeda layanan.

“Hal yang paling penting itu backup-nya dulu. Kalau sudah aman, langsung potong dan layanan tetap berjalan. Tidak boleh ada jeda,” tutur dia. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
Taman Safari Prigen Perkena...
Ekonomi
Rupiah Tembus Rp18.000 per ...
Megapolitan
PIN SPMB Belum Masuk? Ini P...
Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
Ekonomi
Nilai tukar rupiah terendah...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.