Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Waduh BMKG Mengingatkan Sumbar Masih Terancam Cuaca Ekstrem hingga Akhir Tahun

📅 Senin, 01 Des 2025, 13:39 WIB | Oleh:
Waduh BMKG Mengingatkan Sumbar Masih Terancam Cuaca Ekstrem hingga Akhir Tahun Doc: ist
Ket. Bencana alam hebat

PADANG – Peringatan bahwa Sumbar masih berpotensi dilanda cuaca ekstrem telah dikeluarkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas II Minangkabau di Padang Pariaman. Bahkan BMKG memperkirakan Sumatera Barat masih berpotensi dilanda cuaca ekstrem di penghujung tahun 2025.

"Pergerakan eks-siklon tropis Senyar yang berada di Laut Cina Selatan memang terus menjauhi wilayah Indonesia sehingga potensi cuaca ekstrem semakin berkurang, namun di Sumatera Barat bulan Desember masih merupakan puncak musim hujan," kata Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Kelas II Minangkabau Desindra Deddy Kurniawan di Padang, Senin.

Selain puncak musim hujan, ia mengatakan terdapat kondisi dinamika atmosfer di Sumbar seperti Indeks Ocean Dipole (IOD) dan Sea Surface Temperatur (SST). Termasuk pula adanya belokan konvergensi arus udara yang masih aktif menyuplai uap air sehingga dapat memicu potensi pertumbuhan awan-awan hujan di wilayah di Ranah Minang dalam sepekan ke depan.

Oleh sebab kondisi perkembangan dinamika atmosfer tersebut, ia mengingatkan masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem di penghujung tahun ini. "Kemudian perlu memperhatikan kondisi lingkungan tempat tinggal terutama yang rawan terjadi bencana banjir, banjir bandang, dan tanah longsor," ujar dia.

Ia mengimbau dan merekomendasikan masyarakat yang berada di posko bencana di kabupaten dan kota yang terdampak untuk berangsur kembali ke tempat tinggal masing-masing, namun tetap mengutamakan keselamatan dan kesiapsiagaan.

Hal tersebut antara lain meliputi untuk Kabupaten Kepulauan Mentawai, Pasaman Barat, Agam, Kota Bukittinggi, Kabupaten Tanah datar, Kabupaten Padang Panjang, Kabupaten Padang Pariaman, Kota Pariaman, Kota Padang, Kabupaten Pesisir Selatan, Kabupaten Pasaman, Kabupaten Lima Puluh Kota, Kota Payakumbuh, Kota Sawahlunto, Kabupaten Solok, Kota Solok, dan Kabupaten Solok Selatan

Masyarakat juga diimbau untuk selalu mengenali titik-titik rawan bencana, melakukan pembaruan informasi cuaca sebelum melakukan aktivitas serta mencari lokasi yang aman apabila kondisi hujan terjadi dalam intensitas yang tinggi dan durasi yang lama. "Selalu ikuti arahan petugas dan instansi terkait kebencanaan," ujarnya.

16 Ruas Jalan Provinsi Rusak

Sementara itu, Dinas Bina Marga Cipta Karya dan Tata Ruang (BMCKTR) Sumbar menyebut sebanyak 16 ruas jalan provinsi terdampak bencana hidrometeorologi yang melanda sejumlah daerah sejak 21 November 2025. "Dampak yang ditimbulkan beragam mulai dari badan jalan amblas, bahu jalan terban, longsor, jembatan rusak berat dan ruas jalan tertutup pohon tumbang," kata Kepala Dinas BMCKTR Provinsi Sumbar Armizoprades di Padang, Senin.

Berdasarkan hasil pemetaan tim di lapangan terdapat 54 titik yang bermasalah dengan rincian 11 titik badan jalan amblas, 24 titik bahu jalan terban, 13 titik longsor, dua titik jembatan rusak berat dan empat titik pohon tumbang. Ia menyampaikan sebagian titik bermasalah seperti pembersihan jalan dari pohon tumbang dan sisa longsoran sedang dan sudah dikerjakan bersama sejumlah pihak terkait khususnya yang berkaitan dengan jalur evakuasi serta distribusi bantuan logistik.

Senada dengan itu, Kepala Bidang Bina Marga Dinas BMCKTR Sumbar Adratus Setiawan menambahkan total 16 ruas jalan provinsi yang terdampak dengan 54 titik permasalahan tersebut masih bersifat data sementara. Sebab, proses pendataan hingga saat ini masih berlangsung di lapangan.

Dia merinci 16 ruas jalan provinsi yang terdampak tersebut di antaranya ruas Jalan Mangopoh-Padang Luar, ruas Jalan Panti-Simpang Empat, ruas Jalan Batas Payakumbuh-Suliki-Koto Tinggi, ruas Jalan Pangkalan Koto Baru-Sialang-Gelugur, ruas Jalan Palupuah-Pua Gadih-Koto Tinggi dan ruas Jalan Simpang Koto Mambang-Balingka.

Kemudian, ruas Jalan Matur-Palambayan, ruas Jalan Palambayan-Palupuh, ruas Jalan Simpang Gantiang Payo-Batas Tanah Datar-Sumani, ruas Jalan Pintu Angin-Labuah Saiyo, ruas Jalan Sijunjuang-Tanah Badantuang serta ruas Jalan Guguak Cino-Sitangkai.

Terakhir, ruas Jalan Teluk Bayur-Nipah-Purus, ruas Jalan Teluk Kabung-Mandeh-Tarusan, ruas Jalan Lubuak Sikapiang (Simpang Daliak)-Talu (Simpang Gantiang) dan ruas Jalan Lubuak Basung-Sungai Limau. "Saat ini yang menjadi fokus ialah membuka akses jalan untuk jalur evakuasi serta distribusi bantuan logistik," kata dia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
PT KAI Tutup 116 Perlintasa...
Ekonomi
Menkeu Ungkap Banyak Rumor ...

Wali Kota Bogor Aktivasi Museum Pajajaran

50 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Megapolitan
Wali Kota Bogor Aktivasi Mu...
Nasional
Mantan Wamenaker Noel Divon...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.