Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Venezuela Jadi Sinyal Trump Usir Tiongkok, Kanada Terancam Kena Getahnya jika Mark Carney Salah Langkah

📅 Kamis, 08 Jan 2026, 14:50 WIB | Oleh:
Venezuela Jadi Sinyal Trump Usir Tiongkok, Kanada Terancam Kena Getahnya jika Mark Carney Salah Langkah Doc: AP Photo
Ket. Potret Donald Trump.

JAKARTA - Tahun baru seharusnya membawa optimisme, tetapi bagi sebagian pemimpin dunia, 2026 justru diawali dengan kecemasan geopolitik. Nasib berbeda dialami tiga tokoh utama di panggung global, Nicolas Maduro yang lengser dan berakhir di sel Brooklyn, Donald Trump yang kembali nyaman mengendalikan Washington, serta Perdana Menteri Kanada Mark Carney yang kini berjalan di atas tali rapuh antara kepentingan nasional dan tekanan Amerika Serikat.

Langkah agresif Amerika Serikat di Venezuela bukan sekadar isu Amerika Latin. Ini sinyal Trump tengah menghidupkan kembali ambisi dominasi hemisfer Barat, sebuah strategi lama ala Doktrin Monroe yang kini dikemas ulang dengan pendekatan lebih konfrontatif.

Setelah Caracas, siapa berikutnya? Greenland? Amerika Tengah? Tidak ada yang benar-benar tahu. Namun, dampaknya akan menjalar hingga ke Kanada.

Secara resmi, Trump mengemukakan empat alasan intervensi di Venezuela, akses minyak, pemberantasan narkoba, pembatasan migrasi ilegal, dan demokratisasi. Tiga dari empat alasan ini langsung bersinggungan dengan kepentingan Kanada.

Venezuela mengekspor minyak berat yang mirip dengan produksi pasir minyak Kanada. Selain itu, isu narkoba dan migrasi telah berulang kali digunakan Trump sebagai dalih untuk menekan Kanada dengan tarif dan kebijakan perdagangan keras.

Respons awal Ottawa dan oposisi memang cepat. Pierre Poilievre mendorong percepatan pembangunan pipa minyak ke Pantai Barat agar Kanada tak bergantung pada pasar Amerika. Pemerintah federal juga mengklaim memperketat perbatasan dan menekan kejahatan lintas negara, termasuk menyita lebih dari 1.000 pon fentanyl dan menurunkan arus migrasi ilegal hampir 98 persen.

Namun semua langkah ini dinilai hanya menyentuh permukaan. Akar masalah sesungguhnya bukan minyak atau imigran, melainkan perang pengaruh global. Trump bergerak di Venezuela untuk memutus cengkeraman tiga kekuatan yang dianggap ancaman utama Amerika, Tiongkok, Iran, dan Rusia.

Tiongkok saat ini membeli sekitar 80 persen ekspor minyak Venezuela. Jaringan narkoba negara tersebut turut mendanai kelompok proksi Iran seperti Hizbullah. Sementara Rusia, melalui Vladimir Putin, sudah menandatangani kemitraan strategis dengan rezim Maduro. Menumbangkan Maduro berarti memotong simpul kerja sama ketiga kekuatan ini sekaligus, terutama Tiongkok yang kini menjadi mitra dagang terbesar Amerika Selatan.

Masalahnya, Kanada bukan penonton netral. Selama puluhan tahun, Beijing dituduh melakukan intervensi politik, memengaruhi pemilu, dan menekan diaspora Tionghoa di Kanada. Iran disebut membiarkan aparatnya beroperasi bebas, menyebar ancaman dan ujaran kebencian. Rusia pun dituding menjalankan operasi pengaruh untuk melemahkan dukungan Kanada terhadap Ukraina.

Langkah Ottawa membentuk Foreign Influence Registry dengan ancaman denda hingga 1 juta dolar mungkin terlambat, tetapi setidaknya menunjukkan kesadaran baru. Pasalnya, tahun ini perjanjian dagang CUSMA akan ditinjau ulang.

Jika Trump menarik fasilitas bebas tarif yang mencakup 85 persen ekspor Kanada, ekonomi negara tersebut bisa terpukul telak.

Amerika tak lagi menjamin persahabatan tanpa syarat. Kanada harus membersihkan pengaruh asing bukan hanya demi meredam tekanan Trump, tetapi demi kedaulatan dan keamanan nasionalnya sendiri.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Polres Metro Bekasi Kota Be...
Nasional
PT KAI Tutup 116 Perlintasa...
Ekonomi
Menkeu Ungkap Banyak Rumor ...
Megapolitan
Wali Kota Bogor Aktivasi Mu...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.