Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

UGM Libatkan Mahasiswa dalam Penentuan UKT, Tegaskan Komitmen Kampus Inklusif

📅 Selasa, 20 Mei 2025, 21:31 WIB | Oleh:
UGM Libatkan Mahasiswa dalam Penentuan UKT, Tegaskan Komitmen Kampus Inklusif Doc: Dok. UGM

YOGYAKARTA – Universitas Gadjah Mada (UGM) menegaskan komitmennya sebagai kampus inklusif dengan melibatkan mahasiswa dalam penentuan besaran Uang Kuliah Tunggal (UKT) dan memperluas akses pendidikan bagi kelompok rentan secara ekonomi, sosial, maupun geografis.

Sekretaris Direktorat Kemahasiswaan UGM, Dr. Hempri Suyatna, menyampaikan bahwa sejak 2023, UGM mulai mengikutsertakan mahasiswa, termasuk perwakilan Forum Komunikasi (Forkom) dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), dalam proses penetapan UKT bagi mahasiswa baru. “Langkah ini dilakukan untuk mendorong transparansi dan memastikan bahwa skema pembiayaan pendidikan tidak memberatkan mahasiswa,” ujarnya dalam diskusi Pojok Bulaksumur, Senin (19/5).

Selain itu, UGM juga hanya memberlakukan Iuran Pengembangan Institusi (IPI) untuk jalur mandiri, dengan skema subsidi hingga Rp0 bagi mahasiswa yang tidak mampu. Kampus juga menyediakan program peminjaman laptop untuk mendukung penyusunan tugas akhir.

Ayu, mahasiswa Program Studi Pembangunan Sosial dan Kesejahteraan FISIPOL UGM, mengaku terbantu dengan fasilitas pinjaman laptop. “Program ini memotivasi saya untuk segera menyelesaikan skripsi. Tidak perlu minder, UGM punya banyak program bantuan,” katanya.

UGM juga menegaskan dukungannya terhadap mahasiswa penyandang disabilitas melalui Unit Layanan Disabilitas (ULD) yang telah memberikan pendampingan bahkan sejak tahap seleksi masuk. Ketua ULD UGM, Wuri Handayani, Ph.D., menyebut bahwa pihaknya tak hanya menyediakan akomodasi pembelajaran, tetapi juga menjadi saluran utama bagi beasiswa dan program pengembangan diri mahasiswa difabel.

Saat ini terdapat 48 mahasiswa disabilitas aktif di UGM. Salah satunya, Anis dari Fakultas Biologi, mengapresiasi dukungan kampus dalam proses pembelajaran dan kegiatan praktikum. “Fasilitas dan dukungan teman-teman sangat membantu. Saya juga bisa aktif di luar akademik, termasuk menjadi Duta SDGs UGM,” ungkapnya.

UGM berharap seluruh langkah tersebut dapat memperkuat prinsip inklusivitas dan keberpihakan pada kelompok rentan dalam sistem pendidikan tinggi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.