Trio Ilmuwan Raih Nobel Kimia untuk Temuan 'Titik Kuantum'
📅 Kamis, 05 Okt 2023, 00:17 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo S
Doc: JONATHAN NACKSTRAND/AFP
STOCKHOLM - Trio ilmuwan dari Amerika Serikat (AS) memenangkan hadiah Nobel Kimia setelah berhasil mengembangkan "titik kuantum" kecil yang digunakan untuk teknologi televisi dan lampu.
"Moungi Bawendi kelahiran Prancis, Louis Brus dari Amerika Serikat, dan Alexei Ekimov kelahiran Russia membawa kemajuan pada partikel kecil yang sekarang menyebarkan cahayanya dari televisi dan lampu LED, dan juga dapat memandu ahli bedah ketika mereka mengangkat jaringan tumor," kata juri Nobel, di Stockholm, Rabu (4/10).
Dilansir oleh Agence France-Presse (AFP), pengumuman pemenang untuk nobel kimia sempat bocor. Kebocoran informasi langka menyebabkan nama pemenang dikirim ke media beberapa jam sebelum pengumuman resmi, memicu permintaan maaf dari panitia.
Hans Ellegren, Sekretaris Jenderal Akademi Ilmu Pengetahuan Kerajaan Swedia, mengatakan siaran pers dikeluarkan karena alasan yang masih belum diketahui. "Kami sangat menyayangkan hal ini terjadi. Yang penting hal itu tidak mempengaruhi pemberian penghargaan kepada penerima hadiah dengan cara apa pun," kata Ellegren saat konferensi pers.
Namun, Bawendi mengatakan kepada wartawan bahwa dia belum mendengar kabar tersebut sebelum menerima telepon dari Komite Nobel.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Saya tidak tahu, saya dibangunkan oleh Akademi Swedia. Saya tertidur lelap," katanya melalui telepon saat konferensi pers, sambil menyatakan bahwa dia tidak menyangka akan ada panggilan tersebut.
Sangat Terkejut
Bawendi menyatakan sangat terkejut atas hasil itu. "Mengantuk, terkejut. Tak terduga dan sangat tersanjung," ujarnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kebocoran nama pemenang Nobel jarang terjadi, dan berbagai akademi pemberi hadiah berusaha keras untuk merahasiakan nama-nama pemenang sampai pengumumannya diumumkan.
Bawendi (62 tahun), lahir di Paris dari orang tua Prancis dan Tunisia. Dia adalah seorang pakar di Massachusetts Institute of Technology (MIT) di AS.
Brus (80 tahun) adalah seorang profesor di Columbia University di New York, dan Alexei Ekimov (78 tahun), kelahiran Russia adalah mantan kepala ilmuwan di Nanocrystals Technology yang berbasis di AS.
Menurut juri, fisikawan telah lama mengetahui tentang efek kuantum yang dapat muncul dalam nanopartikel, namun sebelumnya tidak mungkin membentuk dalam dimensi nano.
Pada awal 1980-an, Ekimov berhasil menciptakan efek kuantum yang bergantung pada ukuran pada kaca berwarna, dan beberapa tahun kemudian, Brus adalah orang pertama yang membuktikan efek kuantum yang bergantung pada ukuran pada partikel yang mengambang bebas dalam fluida."
"Pada tahun 1993, Moungi Bawendi merevolusi produksi kimia titik-titik kuantum, sehingga menghasilkan partikel yang hampir sempurna. Kualitas tinggi ini diperlukan agar dapat dimanfaatkan dalam aplikasi," jelas juri
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!