Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Tradisi Suro Picu Kenaikan Harga Beberapa Komoditi di Kota Kediri

📅 Minggu, 06 Agu 2023, 06:31 WIB | Oleh: Tim Penulis
Tradisi Suro Picu Kenaikan Harga Beberapa Komoditi di Kota Kediri Doc: ANTARA/ HO-Pemkot Kediri
Ket. Inflasi di Kediri, Jawa Timur.

Kediri - Pemerintah Kota Kediri, Jawa Timur, mengungkapkan tradisi selamatan masyarakat di bulan Suro juga memicu kenaikan konsumsi, sehingga beberapa komoditas harganya masih tinggi.

Kepala Bagian Perekonomian Kota Kediri, Tetuko Erwin Sukarno mengatakan kenaikan harga komoditas bahan makanan seperti daging ayam dan telur ayam ini terlihat pada Juli ini. Di bulan ini tradisi masyarakat mengadakan selamatan.

"Tradisi memasak untuk selamatan Suro mengakibatkan kenaikan konsumsi beberapa bahan makanan. Juga hormat haji. Saya pikir wajar kenaikan permintaan ini mengakibatkan kenaikan harga," katanya di Kediri, Sabtu.

Erwin juga mengatakan, pemkot juga sigap dengan tren fluktuasi. Evaluasi juga terus dilakukan di grup Tim Pemantauan dan Pengendalian Inflasi Daerah ( TPID), sehingga bisa segera dicari solusi.

"Tantangan sekarang tinggal memastikan kecukupan stok di pasar, karena dengan kemudahan teknologi informasi seperti sekarang, stok sangat mudah berpindah-pindah mengikuti lokasi harga tertinggi," kata dia.

Pihaknya juga mengamati harga di pasar wilayah Kota Kediri mengantisipasi kecenderungan berkurangnya stok karena barang mengalir keluar kota.

Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Kediri menyebutkan angka inflasi di daerah ini turun dari semula 0,17 persen pada Juni 2023 menjadi 0,16 persen di Juli 2023.

"Hal ini terjadi akibat kenaikan harga sejumlah kelompok pengeluaran yang didominasi oleh kelompok pengeluaran perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,51 persen kemudian disusul oleh kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,43 persen," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Kediri Pardjan.

Ia juga mengungkapkan, terdapat beberapa komoditas yang menyumbang inflasi di kota ini, antara lain daging ayam ras menyumbang sebesar 0,071 persen, bawang putih sebesar 0,038 persen, beras sebesar 0,018 persen, telur ayam ras sebesar 0,017 persen, kontrak rumah sebesar 0,014 persen, tarif dokter spesialis sebesar 0,010 persen, pasta gigi sebesar 0,010 persen, kacang panjang sebesar 0,009 persen, celana panjang jin pria sebesar 0,009 persen, dan sepatu anak sebesar 0,008 persen.

Selanjutnya, terdapat pula komoditas penghambat inflasi yakni minyak goreng -0,016 persen, bawang merah -0,016 persen, tempe -0,014 persen, cabai rawit -0,013 persen, tahu mentah -0,013 persen, tomat -0,011 persen, sawi hijau -0,011 persen, daging sapi -0,008 persen, kerudung/jilbab -0,007 persen, serta sabun cair/cuci piring -0,007 persen.

Pardjan mengimbau agar Pemkot Kediri harus waspada terhadap kenaikan harga komoditas pada bulan berikutnya.

"Masih ada beberapa komoditas seperti daging ayam dan telur ayam ras yang dari bulan ke bulan harganya tetap di atas. Oleh karena itu harus waspada karena dapat menimbulkan gejolak inflasi," ujar Pardjan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Rona
Penyanyi Legendaris Peabo B...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.