Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

TKDN Diam-Diam Jadi Game Changer Industri Alkes Indonesia!

📅 Rabu, 14 Mei 2025, 22:18 WIB | Oleh: Tim Redaksi
TKDN Diam-Diam Jadi Game Changer Industri Alkes Indonesia! Doc: Istimewa.
Ket. Ilustrasi - Alat kesehatan (Alkes).

JAKARTA – Pelaku industri alat kesehatan (Alkes) menyambut baik kepastian kebijakan pemerintah terkait Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN). Ini memberi gambaran terkait prospek cerah industri Alkes.

Presiden Direktur PT Graha Ismaya, Masrizal Syarief menyebut bahwa industri sempat cemas dengan isu penghapusan TKDN pasca pernyataan kontroversial Presiden Trump yang menolak bentuk-bentuk proteksionisme negara lain.

“TKDN adalah penopang utama industri alkes nasional sejak pandemi. Dulu 90 persen alat kesehatan kita impor. Sekarang, sudah bisa substitusi hingga 50 persen untuk teknologi low hingga medium,” ujarnya dalam Talk Show Trump Effect: Bagaimana Indonesia Mendulang Peluang di Tengah Perang Dagang yang digelar di Jakarta, Rabu (14/5).

Dia mengaku lega setelah Presiden menerbitkan Peraturan Presiden Nomor 46 Tahun 2025 yang memperkuat posisi industri dalam negeri.

Dengan jaminan pasar dan dukungan kebijakan, sejumlah perusahaan multinasional mulai menjalin kemitraan dengan industri lokal, baik dalam bentuk lisensi produksi maupun kontrak manufaktur.

“Kami yakin, dengan ekosistem yang tepat, Indonesia bisa mencapai kemandirian sektor alkes,” ucap Masrizal.

Sementara itu Wakil Menteri Keuangan Prof. Anggito Abimanyu menegaskan bahwa pemerintah tetap mendukung TKDN, meskipun ada tekanan global terhadap kebijakan non-tarif. “Evaluasi akan dilakukan secara selektif. Tidak dihapus semua. Kita lihat sektornya, lihat komoditasnya,” katanya.

Anggito juga menilai ini sebagai momentum untuk memperkuat permintaan dalam negeri. “Saatnya kita dorong reformasi fiskal dan belanja domestik, tanpa mengorbankan stabilitas APBN,” tegasnya.

Kebijakan proteksionis Amerika Serikat yang digulirkan Presiden Donald Trump dikeluhkan oleh pelaku industri nasional.

Presiden Direktur Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), Nandi Julyanto, menyampaikan bahwa meskipun kebijakan Presiden AS Donald Trump tidak berdampak langsung terhadap pasar domestik Indonesia, efek tidak langsung mulai terasa.

“Yang paling terasa adalah dampak terhadap negara tujuan ekspor kami seperti ASEAN dan Amerika Latin. Jika ekonomi mereka terpukul, ekspor kami pun menurun,” jelas Nandi dalam diskusi yang sama.

Dia menekankan bahwa peningkatan daya beli domestik adalah kunci untuk memperkuat industri otomotif nasional. “Kami pernah merasakan dampak positif ketika insentif pajak kendaraan diterapkan selama pandemi. Volume penjualan naik, pemasukan negara juga meningkat,” ujarnya.

Kendaraan Listrik

Terkait dinamika rantai pasok global dan transisi menuju elektrifikasi, Nandi menilai kondisi ini sebagai peluang. Toyota berencana menjadikan Indonesia sebagai basis produksi komponen kendaraan listrik global, termasuk baterai, unit penggerak, dan power control unit (PCU), melalui kemitraan dengan perusahaan Tiongkok.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Pemerintah Perlu Fokus Perc...

UMKM Didorong Tembus Rantai Global

37 menit yang lalu | Lukman

Nasional
UMKM Didorong Tembus Rantai...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.