Tiongkok Bantu Asia Tengah dengan Bangun Jaringan Infrastruktur
📅 Sabtu, 20 Mei 2023, 00:49 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo S
Doc: MARK CRISTINO/AFP
XI'AN - Presiden Tiongkok, Xi Jinping, pada Jumat (19/5), meluncurkan rencana ambisius untuk membantu mengangkat Asia Tengah ke tingkat perkembangan berikutnya, dengan membangun jaringan infrastruktur hingga meningkatkan perdagangan sekaligus menghindari "campur tangan eksternal".
Dikutip dari The Straits Times, Xi dalam pidato di KTT Tiongkok-Asia Tengah, di Xi'an, mengatakan Beijing siap untuk menyinergikan strategi pembangunan dengan lima negara Asia Tengah, yaitu Kazakhstan, Kyrgyzstan, Tajikistan, Turkmenistan, dan Uzbekistan, serta melakukan upaya bersama untuk mempromosikan modernisasi keenam negara tersebut.
"Dunia membutuhkan Asia Tengah yang stabil, makmur, harmonis, dan terhubung dengan baik," kata Xi.
"Pada saat yang sama, enam negara harus menentang campur tangan eksternal dalam urusan internal negara-negara regional dan upaya untuk memicu revolusi warna, dan mempertahankan sikap tanpa toleransi terhadap terorisme, separatisme, dan ekstremisme," ujarnya.
"Tiongkok siap membantu negara- negara Asia Tengah meningkatkan penegakan hukum, keamanan, dan konstruksi kemampuan pertahanan mereka," kata Xi.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kemenangan Diplomasi
KTT dua hari di Kota Jalur Sutra, Xi'an, yang bersejarah telah digambarkan oleh media pemerintah Tiongkok sebagai kemenangan diplomasi regional Tiongkok.
Para pemimpin Kazakhstan, Kyrgyzstan, Tajikistan, Turkmenistan, dan Uzbekistan sebelumnya menjanjikan dukungan untuk Beijing dan menjanjikan kerja sama bilateral yang lebih dalam.
Sebaiknya Anda baca juga:
Tampilan solidaritas dari tetangga Tiongkok di Asia Tengah diperkirakan akan sangat kontras dengan citra "negatif" Beijing yang akan disajikan pada KTT para pemimpin G7 di Hiroshima pada akhir pekan ini.
Ekspresi kepercayaan yang tinggi dari tetangga Tiongkok akan berfungsi untuk melawan tuduhan AS atas diplomasi koersif Beijing.
Pertemuan lima kepala negara dengan Xi di wilayah Tiongkok tanpa kehadiran Presiden Russia, Vladimir Putin, juga seolah-olah menarik Asia Tengah lebih dekat ke lingkup pengaruh Beijing karena fokus Moskwa tetap terkunci pada perang di Ukraina.
"Tiongkok dan negara-negara Asia Tengah harus memperdalam rasa saling percaya strategis, dan selalu menawarkan dukungan yang jelas dan kuat satu sama lain dalam isu-isu kepentingan inti seperti yang melibatkan kedaulatan, kemerdekaan, martabat nasional, dan pembangunan jangka panjang," kata Xi.
Dia tidak menyebutkan Ukraina yang dilanda perang, yang seperti negara- negara Asia Tengah, adalah bekas negara Soviet.
Menurutnya, Tiongkok akan meningkatkan perjanjian investasi bilateral dengan negara-negara Asia Tengah, dan meningkatkan volume pengiriman lintas batas dengan kawasan tersebut secara menyeluruh.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!