Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Tim SAR cari nenek 74 tahun yang hilang

📅 Minggu, 27 Apr 2025, 16:40 WIB | Oleh:
Tim SAR cari nenek 74 tahun yang hilang Doc: ANTARA/HO-Basarnas Kendari
Ket. Tim SAR gabungan saat melakukan pencarian terhadap korban.

Kendari -- Tim SAR gabungan melakukan pencarian terhadap seorang nenek berusia 74 tahun yang dikabarkan hilang di kebun Desa Kumbewaha, Kecamatan Siontapina, Kabupaten Buton, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).

Kepala Basarnas Kendari Aminuddin P.S saat dihubungi di Kendari, Minggu, mengatakan bahwa hari ini merupakan operasi hari kelima terhadap pencarian korban bernama Wa Soeladi.

Ia menyampaikan bahwa pencarian tersebut dilakukan dengan membagi dua tim pencari. Tim pertama melakukan pencarian dengan menggunakan drone thermal.

"Tim dua melakukan penyisiran dan memberikan informasi kepada masyarakat Desa Sumber Sari dan Desa Labuandiri sejauh 7 kilometer," kata Aminuddin.

Ia mengemukakan hilangnya korban itu pertama kali dilaporkan oleh keluarga korban, pada Rabu (23/4) sekitar pukul 21.30 WITA. Saat itu dilaporkan telah terjadi kondisi membahayakan manusia terhadap satu orang yang diduga hilang di kebun tersebut.

"Saat itu juga kami langsung menurunkan Tim Penyelamat Pos SAR Baubau menuju ke lokasi untuk memberikan bantuan SAR pada pukul 21.40 WITA," ujarnya.

Aminuddin mengungkapkan hingga saat ini pihaknya bersama dengan beberapa unsur yang terlibat dalam operasi pencarian itu masih terus mencari keberadaan korban.

"Unsur yang terlibat, antara lain Staf Ops Basarnas Kendari, Pos SAR Baubau, Polsek Sampoabalo, aparat Desa dan Babinsa Sumber Sari, Babinsa Desa Kartini, PMI Baubau, masyarakat sekitar, dan keluarga korban," ungkapnya.

Aminuddin juga menambahkan, kronologi hilangnya korban itu bermula saat korban dan suaminya pergi dan tinggal di kebun, pada Sabtu (12/4) lalu. Kemudian pada 23 April 2025 sekitar pukul 06.30 WITA, pasangan itu pergi ke Desa Sumber Sari untuk membeli beras.

Pada saat perjalanan kembali ke kebun setelah membeli beras, suami korban berjalan duluan menuju kebun dan meninggalkan korban yang menyusul kemudian. Hingga pukul 10.00 WITA, korban belum juga tiba di kebun, sehingga suami korban memutuskan untuk kembali berjalan sambil mencari korban.

"Namun, korban tidak terlihat, selanjutnya suami korban menyampaikan kepada anaknya untuk bersama-sama dengan masyarakat sekitar melakukan pencarian," kata Aminuddin.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
IESR: Pulau Sumbawa Punya P...

Keren, Unika Atma Jaya Masuk Top 100 Dunia WURI 2026

51 menit yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.