Tiga Hal yang Menjadi Sorotan dari Grand Prix Formula 1 Emilia Romagna
📅 Selasa, 20 Mei 2025, 09:00 WIB | Oleh: Benny Mudesta Putra
Doc: AFP
IMOLA – Max Verstappen kembali menunjukkan kualitasnya sebagai pembalap tercepat dan paling berani di Formula 1. Kemenangan keempat beruntunnya, yang kali ini diraih di Sirkuit Autodromo Enzo e Dino Ferrari, Minggu (18/5), bukan hanya menegaskan dominasinya, tapi juga memperkuat argumen tentang pentingnya sirkuit-sirkuit “old school” dalam kalender F1.
Kemenangan keduanya musim ini—setelah sebelumnya berjaya di Suzuka, Jepang—membuat Verstappen tetap kompetitif dalam perburuan gelar juara dunia, sekaligus membuktikan bahwa McLaren masih bisa dikalahkan.
Berikut tiga hal penting dari balapan penuh drama di Imola, yang juga menyuguhkan kebangkitan semangat Ferrari di depan tifosi setianya.
1. Verstappen Masih Jadi Kekuatan Tak Terbendung
Pembalap Red Bull berusia 27 tahun itu langsung menegaskan niatnya di tikungan pertama Tamburello—sekarang sebuah chicane—dengan manuver menyalip pole-sitter Oscar Piastri. Dukungan dari strategi dan keberuntungan lewat safety car, Verstappen mencetak kemenangan ke-65 dalam kariernya, sekaligus mempersembahkan kemenangan di balapan ke-400 Red Bull.
Sebaiknya Anda baca juga:
Terlepas dari performa mobil Red Bull yang tidak selalu stabil, Verstappen kembali membuktikan bahwa ia mampu mengekstraksi potensi maksimal dari kendaraan yang ia kemudikan. Hal ini memperkuat argumen bahwa sirkuit klasik seperti Imola tetap layak dipertahankan dalam kalender F1 karena benar-benar menguji kualitas pembalap.
McLaren datang ke Imola sebagai favorit, dengan dominasi di klasemen konstruktor dan keunggulan Oscar Piastri atas Lando Norris dalam perebutan gelar. Mereka bahkan mendominasi semua sesi latihan dengan finis 1-2. Namun, Verstappen tetap berhasil merebut pole kedua dan memimpin balapan dengan manuver tajamnya.
Piastri, yang akhirnya finis ketiga di belakang Norris, mengakui bahwa dirinya kecolongan dan mengambil pelajaran penting dari insiden itu.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Saya pikir semuanya terkendali, tapi itu manuver bagus dari Max," ujar Piastri. "Saya harusnya mengerem 10 meter lebih lambat. Ya sudah, pelajaran untuk ke depan."
Kini, setelah tujuh seri, Verstappen hanya tertinggal 22 poin dari Piastri jelang GP Monako—sirkuit di mana Red Bull telah menang empat kali dalam enam tahun terakhir.
2. Hamilton Kembali Menemukan Rasa Percaya Diri
Setelah enam balapan pembuka musim yang penuh tantangan, Lewis Hamilton akhirnya menemukan momentumnya. Finis keempat di Imola—kandang Ferrari—jadi pembuktian bahwa ia belum habis.
Di hadapan penonton terbanyak sepanjang sejarah GP Imola, sebagian besar mengenakan merah khas Ferrari, juara dunia tujuh kali itu untuk pertama kalinya musim ini finis di depan rekan setimnya, Charles Leclerc.
"Set-up mobil terasa luar biasa, dan tim melakukan pekerjaan hebat," kata Hamilton. "Ada tekanan besar, terutama di sesi kualifikasi. Rasanya menyenangkan bisa balapan seperti itu lagi, apalagi di dalam mobil merah. Ada koneksi dan sinergi yang luar biasa."
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!