Tidak Mau Kecolongan, Polda Jatim Terjunkan Tim Khusus Untuk Pengamanan Pilkada Sampang
📅 Selasa, 26 Nov 2024, 00:37 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA/ HO-Polres Sampang
Sampang - Polda Jawa Timur menerjunkan tim khusus untuk melakukan pengamanan Pilkada Sampang 2024, menyusul adanya Insiden Ketapang yang menyebabkan salah seorang pendukung calon bupati tewas oleh segerombolan bersenjata tajam.
"Saat ini tim khusus Polda Jatim telah tiba di Sampang dan telah bergabung dengan personel lainnya," kata Kapolres Sampang AKBP Hendro Sukmono di Sampang, Jawa Timur, Senin malam.
Ia menjelaskan, penerjunan pasukan khusus oleh Polda Jatim itu, sebagai upaya antisipasi dalam mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan. Apalagi Sampang sudah masuk dalam catatan sebagai salah satu kabupaten rawan di Jawa Timur.
Tim khusus yang diperbantukan melakukan pengamanan Pilkada Sampang 2024 itu terdiri dari 5 SSK (Satuan Setingkat Kompi), yakni dari Brimob sebanyak 2 SSK, TNI AD sebanyak 2 SSK dan marinir 1 SSK.
Kapolres menuturkan, jumlah TPS (tempat pemungutan suara) untuk pelaksanaan Pilkada 2024 di Kabupaten Sampang berdasarkan ketetapan Komisi Pemilihan Umum (KPU) setempat sebanyak 1.344 TPS yang tersebar di 180 desa dan enam kelurahan pada 14 kecamatan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Berdasarkan hasil pemetaan, dari total 1.344 TPS itu, sebanyak 939 TPS masuk kategori kurang rawan, 349 TPS masuk kategori rawan, dan 56 TPS sisanya masuk kategori sangat rawan.
"Personel khusus Polda Jatim ini saat pencoblosan kita kerahkan ke TPS rawan ini," katanya.
Sementara itu, Insiden Ketapang yang terjadi pada 17 November 2024 bermula saat H Slamet Junaidi (Calon Bupati Sampang nomor 2) berkunjung ke Padepokan Babussalam milik Kiai Mualif sekitar pukul 14:30 WIB.
Sebaiknya Anda baca juga:
Saudara Kiai Mualif, yakni Kiai Hamduddin yang mengetahui kegiatan itu tidak terima dengan kedatangan Calon Bupati H Slamet Junaidi, sehingga menggerakkan sekelompok orang untuk melakukan penghadangan hingga akhirnya terjadi pembacokan yang menyebabkan satu orang meninggal dunia bernama Jimmy Sugito Putra.
Sebanyak tiga orang telah ditetapkan sebagai tersangka dari insiden itu. Masing-masing bernama Moh Suaidi, Fendi Sranum dan Abdul Rohman.
Kasus pembacokan oleh segerombolan orang itu menimpa pendukung pasangan Calon Bupati Sampang Slamet Junaidi-Achmad Machfudz (Jimat Sakteh) bernama Jimmy Sugito Putra, warga Desa Ketapang Laok, Kecamatan Ketapang, Kabupaten Sampang.
Jimmy merupakan saksi dari pasangan Calon Bupati Slamet Junaidi-Achmad Mahfudz (Jimat Sakteh), seperti yang disampaikan Ketua Tim Pemenangan Pasangan Calon Jimat Sakteh, Surya Noviantoro, Minggu (17/11) malam.
Insiden berdarah itu terjadi setelah Calon Bupati Slamet Junaidi berkunjung ke salah satu tokoh agama di Ketapang dan sempat dihadang massa bersenjata celurit, tapi berhasil lolos melalui jalan lain.
Selanjutnya, para penghadang masuk ke area lokasi yang dikunjungi Slamet Junaidi. Sejumlah orang itu sempat cekcok mulut, hingga akhirnya terjadi penganiayaan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!