Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Terus Diperkuat Inovasi, Diskominfotik Gorontalo Dorong Digitalisasi Desa untuk Layanan Publik

📅 Senin, 13 Mar 2023, 02:10 WIB | Oleh: Tim Penulis
Terus Diperkuat Inovasi, Diskominfotik Gorontalo Dorong Digitalisasi Desa untuk Layanan Publik Doc: ANTARA/HO-Kominfotik
Ket. Kepala Diskominfotik Provinsi Gorontalo, Rifli Katili, memberi materi pada Penguatan Kapasitas Lembaga Kemasyarakatan Desa Hungayona.

Gorontalo - Terus diperkuat inovasi. Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Diskominfotik) Provinsi Gorontalo, mendorong aparatur dan kelembagaan desa untuk menerapkan sistem digitalisasi layanan publik.

"Era digital saat ini bukan saja memerlukan arus informasi yang cepat tetapi juga pelayanan yang cepat dan mudah," kata Kepala Diskominfotik Provinsi Gorontalo, Rifli Katili, di Gorontalo, Minggu.

Sejalan dengan itu, kata dia, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Gorontalo sejak tahun lalu, inisiasi program Gorontalo Digital, yaitu program berbasis web yang memudahkan belasan urusan administrasi kependudukan melalui aplikasi SIDEKA_NG.

"Desa Hungayonaa di Kecamatan Tilamuta ini menjadi salah satu lokasi fokus (lokus)," kata Rifli usai membawakan materi pada Penguatan Kapasitas Lembaga Kemasyarakatan Desa Hungayonaa.

Pada praktiknya, lanjut Rifli, aplikasi itu belum sepenuhnya digunakan oleh 22 desa yang menjadi lokus program. Ini menjadi tantangan pemerintah daerah agar aparatur mulai terbiasa melakukan pelayanan publik secara digital.

Saat semua warga sudah pegang gawai atau smartphone seperti sekarang, ada harapan yang tinggi bahwa setiap urusan mereka dengan pemerintah bisa dilakukan di mana saja.

Harapan ini harus bisa diwujudkan yang dimulai dari desa. Selain digitalisasi layanan, Rifli juga mendorong agar lembaga kemasyarakatan di desa menggunakan internet untuk diseminasi informasi.

Caranya bisa dilakukan dengan membentuk Kelompok Informasi Masyarakat (KIM).

"KIM dibentuk melalui SK Kepala Desa. Tujuannya untuk diseminasi informasi dan promosi produk unggulan desa. Misalnya desa A, produk unggulan destinasi wisata, maka bisa dibentuk KIM yang bertugas untuk mempromosikan," lanjut mantan Kadis Pariwisata itu.

Ia berharap semakin banyak aparatur dan lembaga desa yang melek teknologi informasi. Terlebih di era media sosial saat ini di mana informasi bisa lebih cepat dan masif disampaikan kepada publik.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.00...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.