Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Tanpa Reformasi Struktural RI Hanya Tunggu Keajaiban

📅 Jumat, 27 Sep 2024, 00:07 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Tanpa Reformasi Struktural RI Hanya Tunggu Keajaiban Doc: JAY DIRECTO/AFP
Ket. Lebih sulit I Kepala Ekonom Grup Bank Dunia, Indermit Gill mengatakan, masa depan akan lebih sulit bagi Indonesia, negara dengan perekonomian terbesar di Asia Tenggara.

» Sejak 1970-an, pendapatan per kapita di banyak negara berpendapatan menengah mengalami stagnasi.

» Pemerintah malah menalangi utang perampok BLBI yang sampai kini tidak ditagih, bahkan mereka dijadikan kroni.

JAKARTA - Impian yang selalu dibangun pemerintah kalau Indonesia akan menjadi negara maju pada 2045 mendatang sepertinya akan buyar. Buyarnya impian itu setelah Bank Dunia mengeluarkan pernyataan kalau Indonesia butuh keajaiban untuk menjadi negara dengan perekonomian berpendapatan tinggi pada tahun 2045 atau hanya beberapa dekade ke depan, bukan abad. Seperti dikutip dari The Star, pemerintah merencanakan mencapai target tersebut tepat pada peringatan seratus tahun Kemerdekaan Indonesia.

Untuk mencapai itu diperlukan pertumbuhan produk domestik bruto tahunan sebesar enam hingga tujuh persen selama 20 tahun ke depan. "Agar negara-negara berpendapatan menengah bisa memiliki pendapatan tinggi dalam beberapa dekade, bukan abad, diperlukan sebuah keajaiban," kata Kepala Ekonom Grup Bank Dunia, Indermit Gill, dalam sebuah seminar bertajuk Pembangunan Ekonomi Asean dan Perangkap Pendapatan Menengah, di Jakarta, awal pekan ini.

Meskipun mengakui pertumbuhan ekonomi yang kuat di Indonesia, Gill menekankan bahwa masa depan akan lebih sulit bagi negara dengan perekonomian terbesar di Asia Tenggara. Laporan Pembangunan Dunia 2024 dari Bank Dunia yang bertajuk Middle Income Trap yang diterbitkan bulan lalu, menyebutkan sejak 1970-an, pendapatan per kapita di banyak negara berpendapatan menengah mengalami stagnasi di bawah level Amerika Serikat (AS).

Laporan tersebut menemukan bahwa ketika negara-negara menjadi lebih kaya, mereka biasanya terjebak dalam 'perangkap' yaitu sekitar 10 persen dari PDB tahunan AS per kapita atau setara dengan 8.000 dollar AS untuk saat ini. Dari sejumlah kecil negara yang berhasil mencapai status berpendapatan tinggi sejak tahun 1990, lebih dari sepertiganya merupakan penerima manfaat dari integrasi ke dalam Uni Eropa atau dari minyak yang belum ditemukan sebelumnya.

Menanggapi pernyataan perlunya keajaiban bagi Indonesia untuk keluar dari middle income trap, pengamat ekonomi dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Ahmad Maruf, mempertanyakan sikap Bank Dunia. Selama ini Bank Dunia memberi angin surga, tetapi pada akhirnya menyampaikan kondisi yang sesungguhnya. "Bank Dunia harusnya sudah menyampaikan hal ini belasan tahun lalu. Kita diberi angin surga, dipoles seakan- akan kita menuju negara maju.

Kita sendiri tidak ada yang membangun fondasi untuk keluar dari jebakan negara berpenghasilan menengah. Tanpa reformasi struktural seperti reformasi fiskal, reformasi kemandirian pangan, reformasi industri, dan reformasi sumber daya manusia, hanya keajaiban yang bisa membawa Indonesia keluar dari jebakan negara berpenghasilan menengah," kata Maruf. Adapun kelompok kelas menengah, menurut standar Bank Dunia 2024, mencakup masyarakat dengan pengeluaran berkisar 2.040.262 hingga 9.909.844 rupiah per kapita per bulan pada 2024.

Menurut Maruf, standar BPS dengan pengeluaran dua juta rupiah per kapita per bulan bukan sebagai penghasilan kelas menengah, tetapi miskin. "Itu bukan penghasilan kelas menengah, itu miskin. Kelas menengah seharusnya memiliki daya beli yang lebih dari sekadar bertahan hidup," tegas Maruf.

Impor Pangan

Sebagai negara dengan jumlah penduduk terbesar keempat di dunia, Indonesia tidak mungkin seperti sekarang ini, terus bergantung pada negara luar untuk memenuhi pangan. "Impor pangan itu basisnya dollar AS. Untuk membeli gandum, kedelai, susu, dan daging sapi semuanya impor, semuanya menggunakan dollar AS. Kalau pendapatan kita rupiah, tapi kebutuhan makan kita dalam dollar, bagaimana kita bisa lepas dari perangkap kemiskinan.

Bank Dunia benar memang perlu keajaiban bagi Indonesia untuk bisa keluar dari jebakan pendapatan menengah," katanya. Hal itu terjadi karena semua industri dalam negeri dimatikan demi rent seeking. Praktik seperti itu membuat industri lokal sulit bersaing, karena kepentingan pribadi atau kelompok lebih diutamakan daripada pengembangan industri dalam negeri. Ini adalah salah satu penyebab utama mengapa ekonomi Indonesia sulit beranjak dari status menengah.

Di saat yang sama, menurut Maruf, salah satu tantangan terbesar yang dihadapi Indonesia adalah utang. "Bunga utang saja sudah sulit dikejar, apalagi membayar pokok utangnya," jelas Maruf. Saat ini, utang Indonesia sudah mencapai lebih dari 500 miliar dollar AS dan hanya untuk membayar bunganya saja, Pemerintah harus kembali berutang. "Utang dipakai untuk konsumsi dan membayar utang, bukan untuk pengembangan sektor produktif seperti pertanian atau pangan," katanya.

Talangi Perampok BLBI Pemerintah, jelasnya, malah menalangi utang perampok Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) yang sampai kini tidak ditagih, bahkan mereka dijadikan kroni. Hasil devisa yang didapat para kroni itu malah dibawa lari ke luar negeri. Menteri Keuangan sendiri tidak menggunakan hak tagih, padahal ada MRNIA dan MSAA. "Selama ini, wacana yang dibangun seolah-olah itu biaya krisis perbankan, padahal yang terjadi sesungguhnya itu adalah kejahatan perbankan. Pelanggaran pidana dengan MRNIA dan MSAA tidak ditagih," katanya. Sementara itu, industri dalam negeri dibiarkan sehingga tidak bisa bersaing dengan Tiongkok untuk mendapat devisa.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Keren, Unika Atma Jaya Masuk Top 100 Dunia WURI 2026

1.5 jam yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
Megapolitan
Mau Tawuran, Dua Pemuda Baw...
Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.