Tangerang Berjuang Atasi Banjir di Enam Kecamatan
📅 Selasa, 13 Jan 2026, 01:40 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA/Azmi Samsul M
TANGERANG - Kecamanan Teluk Naga, Kosambi, Pakuhaji, Pasar Kemis, Mauk, dan Sepatan mengalami banjir akibat hujan deras sepanjang Senin (12/1) dari pagi hingga sore. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang, Banten, berjibaku mengatasi banjir tersebut.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang, Ahmad Taufik, Senin, mengatakan bahwa dari enam wilayah yang terendam banjir seluruhnya mencakup 18 titik banjir. Menurutnya, ketinggian banjir wilayah Kabupaten Tangerang ini bervariasi mulai dari 30 centimeter hingga 140 centimeter.
Bencana banjir ini terjadi disebabkan hujan dengan intensitas tinggi dan luapan air sungai serta danau. Taufik mengungkapkan, banjir menimpa lebih dari 1.000 kepala keluarga. Mereka tinggal di Perum Villa Tomang Baru, RT/RW 01/17, desa Gelam Jaya. “Di sini air mencapai 140 cm,” ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Tangerang Herman Suwarman menginstruksikan jajarannya untuk menyiapkan sarana prasarana sebagai respons cepat ketanggapdaduratan cuaca ekstrem dan curah hujan tinggi. “Saya sudah perintahkan agar dicek dan dipastikan kesiapan sarana dan prasarananya seperti pompa dan perahu,” jelas Herman.
Menurutnya, yang utama adalah pengendali banjir dengan mengecek drainase dan turap. Itu harus terus dimonitor dan dirawat agar dapat maksimal mencegah genangan. Herman menekankan kepada seluruh jajarannya untuk senantiasa meningkatkan kesiapsiagaan sebagai upaya antisipasi sekaligus mitigasi terhadap dampak bencana hidrometeorologi berupa curah hujan yang tinggi di periode awal tahun ini.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Saya minta kepada seluruh organisasi perangkat daerah dan para ASN agar mengimbau masyarakat terus waspada terhadap cuaca ekstrem yang melanda sebagian wilayah Indonesia, termasuk Kota Tangerang. Ini bukan hanya tugas BPBD ataupun dinas terkait, melainkan menjadi tugas kita semua,” tandasnya.
Kepada masyarakat, Herman mengimbau agar bisa menjaga dan merawat lingkungan sekitarnya masing-masing guna meminimalisasi dampak bencana. Dia juga minta lebih berhati-hati dalam beraktivitas, terutama saat berkendara. Terpenting menjaga kebersihan lingkungan. Jangan membuang sampah sembarang tempat, utamanya di saluran-saluran air.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Tangerang, Mahdiar, menambahkan, petugas sudah diterjunkan dalam membantu masyarakat terdampak banjir seperti wilayah Benda. Sebelumnya, Wali Kota Tangerang Sachrudin menetapkan status siaga darurat bencana hidrometeorologi terkait peringatan dini BMKG yang memprediksi curah hujan di penghujung 2025 hingga awal 2026 berada di atas normal akibat anomali iklim global.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sepanjang tahun ini tren banjir, genangan dan angin kencang, juga meningkat signifikan. Pemkot Tangerang mengambil langkah dengan penetapan status siaga darurat bencana.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!