Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Tak Mau Ketinggalan! Blockchain Masuk Kelas Resmi, OJK Siapkan Talenta Digital Keuangan

📅 Jumat, 26 Sep 2025, 19:55 WIB | Oleh: Tim Penulis
Tak Mau Ketinggalan! Blockchain Masuk Kelas Resmi, OJK Siapkan Talenta Digital Keuangan Doc: Istimewa.
Ket. Ilustrasi - Blockchain.

JAKARTA – Dengan ekosistem blockchain yang terus berkembang—mulai dari aset kripto, smart contract, hingga digital identity—ketersediaan SDM yang kompeten menjadi kunci agar Indonesia tidak hanya menjadi pengguna, tetapi juga produsen inovasi finansial digital.

Inisiatif ini juga sejalan dengan upaya memperkuat daya saing global sektor keuangan dan mengurangi ketergantungan pada teknologi asing.

Karenanya, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendorong pengembangan sumber daya manusia digital di sektor keuangan, dengan fokus pada inovasi berbasis blockchain.

Langkah ini mencerminkan kebutuhan industri terhadap talenta yang mampu memahami teknologi mutakhir untuk mendukung efisiensi, keamanan, dan transparansi layanan keuangan.

Sebagai bagian dari mandat pengembangan inovasi dan penguatan perlindungan konsumen, menurut Kepala Grup Inovasi Keuangan Digital OJK Ludy Arlianto, pihaknya memandang penting untuk mendorong partisipasi publik dalam menciptakan solusi inovatif berbasis teknologi.

Salah satu pendekatan yang dinilai efektif untuk mendorong pengembangan SDM digital di bidang keuangan digital, lanjut dia, dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (26/9), melalui penyelenggaraan Hackathon Inovasi Keuangan Digital.

"Kegiatan ini dapat terus mendorong pengembangan digital talent di bidang keuangan digital, utamanya inovasi teknologi berbasis blockchain," ujarnya.

Selain ditujukan untuk terus mendorong pengembangan digital talent di bidang keuangan, Ludy menambahkan Hackathon Inovasi Keuangan Digital juga menjadi wadah kolaborasi antara regulator, pelaku industri, pengembang teknologi, dan masyarakat.

Hackathon merupakan ajang peserta berkumpul dan bekerja bersama dalam tim untuk mengembangkan solusi atau produk tertentu dalam waktu yang sangat terbatas, biasanya selama 24 hingga 48 jam, dan peserta harus mengerjakan sebuah proyek dari awal hingga selesai dalam waktu singkat.

Melalui hackathon, jelas Ludy, para builder tidak hanya ditantang untuk membangun produk, tetapi juga menguji ketahanan ide mereka di hadapan para juri dan ekosistem.

Terkait hal tersebut, OJK bersama komunitas developer dan antusias teknologi blockchain dan Web3 (BlockDevId), serta Asosiasi Blockchain Indonesia (ABI) serta Tether, menyelenggarakan workshop "Win the Room, Win the Hackathon" guna membagikan semangat dalam membangun ekosistem blockchain Indonesia.

Ketua Umum Asosiasi Blockchain Indonesia sekaligus Founder BlockDevId William Sutanto menjelaskan workshop tersebut dirancang untuk membantu para blockchain builder mengasah strategi komunikasi, menajamkan relevansi teknis, serta memperkuat mentalitas kompetitif mereka, baik selama proses hackathon maupun setelah meluncurkan inovasi ke masyarakat.

Dia mengungkapkan ketika awal masuk industri blockchain masih sangat susah untuk mengembangkan dan mendapatkan dukungan baik dari pemerintah maupun non pemerintah.

"Sekarang syukurlah dari regulator dan government beserta asosiasi (ABI) sudah sangat support dalam industri Blockchain/Web3 di Indonesia untuk bisa berkembang lebih maju," ujarnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Polres Metro Bekasi Kota Be...
Nasional
PT KAI Tutup 116 Perlintasa...
Ekonomi
Menkeu Ungkap Banyak Rumor ...
Megapolitan
Wali Kota Bogor Aktivasi Mu...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.