Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Sulteng Mulai Tinggalkan Cara Lama, Kini Fokus ke Data.

📅 Kamis, 19 Mar 2026, 00:10 WIB | Oleh:
Sulteng Mulai Tinggalkan Cara Lama, Kini Fokus ke Data. Doc: Antara Foto
Ket. Gubernur Sulteng Anwar Hafid memimpin rapat koordinasi bersama seluruh kepala OPD dan didampingi Wakil Gubernur Reny Lamadjido dan Sekretaris Daerah Novalina.di Palu, Rabu (18/3).

Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) mendorong organisasi perangkat daerah (OPD), untuk menggunakan sistem berbasis data dan visualisasi.

“Ke depan kita tidak lagi bertumpu pada laporan tebal. Semua harus ditampilkan dalam bentuk peta kerja yang bisa dibaca dengan cepat dan jelas,” kata Gubernur Sulteng Anwar Hafid di Palu, Rabu.

Penegasan itu disampaikan gubernur dalam rapat koordinasi bersama seluruh kepala OPD dan didampingi Wakil Gubernur Reny Lamadjido dan Sekretaris Daerah Novalina.

Gubernur menegaskan pentingnya momentum lebih dari 100 hari kerja kepala OPD yang baru dilantik, sebagai fase krusial untuk melakukan perbaikan kinerja secara menyeluruh. Ia mendorong seluruh OPD untuk meninggalkan pola kerja lama dan beralih pada sistem berbasis data dan visualisasi.

Dia memperkenalkan konsep “peta hidup”, yakni peta digital interaktif yang memuat seluruh informasi strategis pembangunan daerah, mulai dari data, program yang telah dilaksanakan, yang sedang berjalan, hingga rencana ke depan.

Melalui peta tersebut, setiap OPD cukup memaparkan programnya secara visual di layar, tanpa perlu membawa dokumen fisik. Bahkan, peta dapat di-zoom hingga ke titik lokasi untuk melihat detail pekerjaan di lapangan.

Sebagai contoh, Dinas Pekerjaan Umum (PU) dapat langsung menampilkan ruas jalan yang telah dibangun lengkap dengan panjang dan kondisinya, sekaligus memperlihatkan rencana lanjutan pada tahun berikutnya. Dengan cara ini, kesinambungan program dapat terlihat jelas dan terukur.

“Kalau kita lihat di peta, akan kelihatan apakah program itu berlanjut atau lompat-lompat tanpa tuntas,” katanya menegaskan.

Konsep peta hidup itu juga memungkinkan integrasi data lintas sektor, seperti kelautan, pertanian, hingga pendidikan. Semua informasi tersaji dalam satu sistem digital yang dapat diakses kapan saja, bahkan saat kunjungan lapangan.

Gubernur menargetkan dalam dua tahun ke depan, seluruh program pembangunan di Sulawesi Tengah telah terdokumentasi secara visual dan terintegrasi dalam sistem ini.

“Cukup dengan satu perangkat, kita bisa melihat semua program. Mau cek di lapangan, tinggal buka petanya,” katanya.

Dia menekankan bahwa seluruh perangkat daerah adalah “pemain inti” dalam mewujudkan visi pembangunan daerah. Ia mendorong setiap OPD untuk aktif berinovasi dan tidak bersikap pasif. Menurutnya, ide peta digital ini lahir dari refleksi dan kebutuhan untuk menyederhanakan sistem kerja agar lebih efektif dan tepat sasaran.

“Saya terbuka dengan ide. Kalau ada cara yang lebih cepat dan tepat, saya siap ikut. Yang penting tujuan kita tercapai,” katanya.

Gubernur mengungkapkan bahwa konsep itu juga akan diterapkan dalam forum perencanaan seperti Musrenbang. Ke depan, Musrenbang akan didesain lebih strategis dengan menghadirkan langsung kementerian terkait, serta berbasis data visual yang jelas.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Diserang Rudal Iran, Bandar...
Luar Negeri
Warga Singapura Makin Panja...
Luar Negeri
Disapu Topan Jangmi, 23 War...

Babel Gatiskan 6.000 Sertifikat Halal

52 menit yang lalu | Sujar

Daerah
Babel Gatiskan 6.000 Sertif...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.