Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Studi Ungkap Olahraga Aerobik Bantu Pencegahan dan Pengobatan Depresi Pasca Melahirkan

📅 Minggu, 10 Des 2023, 17:20 WIB | Oleh:
Studi Ungkap Olahraga Aerobik Bantu Pencegahan dan Pengobatan Depresi Pasca Melahirkan Doc: Istimewa

Olahraga diketahui dapat meningkatkan kesehatan mental dan mengurangi kecemasan. Para peneliti merekomendasikan untuk melakukan olahraga aerobik ringan untuk pencegahan dan pengobatan depresi pasca melahirkan.

Sekitar 50 persen hingga 75 persen wanita mungkin mengalami beberapa bentuk baby blues setelah melahirkan, dengan gejala-gejala seperti kesedihan, sering menangis, dan kecemasan. Biasanya, gejala-gejala ini akan mereda dalam beberapa minggu pertama setelah melahirkan tanpa pengobatan apa pun.

Namun, beberapa wanita dapat mengalami kondisi yang lebih serius dan berlangsung lama yang disebut depresi pasca persalinan. Tanda-tandanya meliputi perubahan suasana hati yang parah, sering menangis, kelelahan, rasa bersalah, cemas, kehilangan nafsu makan, menarik diri dari pergaulan, gelisah, dan pikiran untuk bunuh diri serta menyakiti anak.

Depresi pasca persalinan mempengaruhi 13 juta wanita di seluruh dunia. Perawatannya tergantung pada jenis dan tingkat keparahan gejala. Ini termasuk penggunaan antidepresan, terapi bicara dan psikoterapi. Dalam sebuah penelitian berskala besar yang baru, tim meneliti 26 penelitian dengan 2.867 partisipan untuk memahami efek pencegahan dan terapi latihan aerobik pada depresi pasca melahirkan.

Terlibat dalam sesi latihan aerobik 3-4 kali per minggu, masing-masing berlangsung sekitar 35-45 menit, menunjukkan kemanjuran yang signifikan. Latihan yang dinilai selama penelitian termasuk berjalan, bersepeda, berenang, yoga, dan menari.

"Kemanjuran latihan aerobik dalam mencegah dan mengobati depresi pasca melahirkan sangat signifikan dibandingkan dengan perawatan standar, dengan penekanan yang lebih besar pada pencegahan. Volume latihan yang optimal untuk intervensi terdiri dari frekuensi 3-4 sesi latihan per minggu, intensitas sedang (35-45 menit)," tulis para peneliti dalam sebuah makalah yang diterbitkan dalam jurnal Plos One, dikutip dari Medical Daily, Selasa (5/12).

"Sebagai 'alat resep' baru, intervensi olahraga tidak hanya merupakan metode non-farmakologis yang penting dalam mengobati depresi pascamelahirkan, tetapi juga efektif dalam mencegah gangguan ini," lanjut mereka.

Namun, penelitian ini tidak merekomendasikan olahraga sebagai pengganti pengobatan depresi pasca melahirkan lini pertama, terutama ketika pasien memiliki gejala yang parah.

"Hasil penelitian kami sangat menarik. Meskipun kami mengantisipasi hasil positif yang terkait dengan olahraga, tingkat efektivitas yang luar biasa, terutama dengan intensitas dan frekuensi sedang, cukup mengejutkan. Hal ini memperkuat peran potensial olahraga dalam mengelola dan mencegah depresi pascamelahirkan," tutur salah satu penulis studi, Renyi Liu, dari China University of Geosciences di Wuhan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
Pemprov Jawa Timur Catat Po...

Keren, Unika Atma Jaya Masuk Top 100 Dunia WURI 2026

1.5 jam yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.