Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Slovenia Pulang dengan Kepala Tegak

📅 Rabu, 03 Jul 2024, 06:56 WIB | Oleh:
Slovenia Pulang dengan Kepala Tegak Doc: Kirill KUDRYAVTSEV/AFP
Ket. hibur rekan I Bek Slovenia, Vanja Drkusic (kiri) menghibur rekannya Benjamin Verbic setelah pertandingan babak 16 besar UEFA, Euro 2024 antara Portugal versus Slovenia di Frankfurt Arena, Frankfurt am Main, Selasa (2/7).

FRANKFURT - Langkah Slovenia di Piala Eropa 2024 terhenti usai kalah dari Portugal lewat adu penalti di babak 16 besar. Meski demikian, tim nasional Slovenia pulang dengan kepala tegak. Pelatih Matjaz Kek, berharap perjalanan tim asuhannya ke babak 16 besar menjadi batu loncatan untuk kesuksesan di masa depan.

Matjaz Kek menerima kartu merah di babak perpanjangan waktu setelah Portugal diberikan tendangan penalti yang dieksekusi Cristiano Ronaldo, namun berhasil digagalkan oleh Jan Oblak. Kiper Portugal, Diogo Costa, menggagalkan tiga penalti Slovenia yang dieksekusi oleh Josip Ilicic, Jure Balkovec, dan Benjamin Verbic.

"Kami kepahitan. Tapi, di sisi lain banyak manisnya," ujar Kek, setelah penampilan pertama Slovenia di babak sistem gugur turnamen besar berakhir. Dia berharap turnamen ini akan menjadi titik awal masa depan sepak bola Slovenia. Slovenia memiliki peluang menang jika striker andalan Benjamin Sesko, berhasil mengalahkan Costa di detik-detik akhir babak perpanjangan waktu.

Namun, Slovenia tetap memiliki kenangan manis yang akan selalu diingat setelah menahan Inggris 0-0 untuk lolos dari babak grup serta hasil imbang 1-1 melawan Serbia dan Denmark. Kek mengatakan, Slovenia telah melebihi ekspektasi dalam Piala Eropa 2024. Ini adalah realitas sepak bola Slovenia. Para pemain disiplin, termotivasi, dan agresif. Mereka memiliki kualitas.

Sementara itu, pelatih Belgia, Domenico Tedesco, merasa kesal dengan nasib sial tim asuhannya usai kalah dari Prancis. Belgia kalah setelah gol bunuh diri Jan Vertonghen di menit-menit akhir. Vertonghen secara tidak sengaja mengarahkan tendangan melenceng Randal Kolo Muani ke gawangnya sendiri, lima menit tersisa di Düsseldorf.

"Satu jam setelah peluit akhir dan setelah kebobolan gol di menit ke-86, sangat sulit bagi saya untuk melakukan analisis," ujar Tedesco. Belgia sebagian besar berada di bawah tekanan Prancis yang menyia-nyiakan serangkaian peluang bagus. ben/AFP/G-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Dongkrak Kedatangan Turis, ...
Rona
Sering Melotot Belum Tentu ...
Daerah
RSUD Prambanan Ada Bau-bau ...
Daerah
Siswa Jalani Ujian Kenaikan...

Antisipasi Kemarau, Masa Tanam Dipercepat

36 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Antisipasi Kemarau, Masa Ta...
Daerah
Cukup Bagus Hasil Penanaman...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.