Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Situs Liyangan, Kompleks Pemukinan Kuno yang Terkubur Material Vulkanik

📅 Sabtu, 08 Jul 2023, 06:10 WIB | Oleh:
Situs Liyangan, Kompleks Pemukinan Kuno  yang Terkubur Material Vulkanik Doc: kemdikbud.go.id

Di timur laut Gunung Sindoro terdapat situs kuno tempat peradaban kuno pernah hidup. Situs yang terkubur material vulkanik pada ke-9 ini menunjukkan bukti kronologis dari era pra-Hindu yang dimulai dari abad ke-2 masehi.

Penemuan Situs Liyangan terjadi pada 2008. Kala itu para penambang pasir menemukan susunan batu berbentuk candi. Selanjutnya tempat yang berada di Dusun Liyangan, Desa Purbosari, Kecamatan Ngadirejo itu ditutup untuk pertambangan galian C dan ditetapkan sebagai cagar budaya.

Dinamakan Situs Liyangan karena berada dusun tersebut. Dari hasil analisa, kompleks pemukiman ini terkubur oleh letusan Gunung Sindoro. Situs ini memang hanya berjarak 8 kilometer dari puncak gunung yang memiliki ketinggian 3.250 mdpl itu.

Ketika ditemukan, Situs Liyangan tertimbun tanah dengan kedalaman sekitar 5-6 meter. Penemuan bangunan lebih lanjut membuat luas situs ini mencapai 8,12 hektare belum termasuk zona penunjang yang luasnya sekitar 18 hektare.

Kini Liyangan telah menjadi desa wisata dengan adanya tempat wisata lain seperti kolam renang dari air mata alami. Tempat ini banyak didatangi para siswa dan mahasiswa untuk melihat sisa peninggalan masa lalu. Di sini mereka juga dapat mengikuti lokakarya (workshop) berupa pengenalan Situs Liyangan dan juga cara pemeliharaan dan pengamanan dari situs peninggalan zaman dahulu.

Situs Liyangan terbuka untuk pengunjung yang ingin mengetahui sekaligus melihat langsung bagaimana peninggalan peradaban zaman dahulu. Perawatan dan penjagaan situs ini dilakukan oleh Balai Pelestarian Cagar Budaya Provinsi Jawa Tengah bekerja sama dengan masyarakat sekitar.

Masyarakat di Dusun Liyangan membuka lahan parkir dengan tarif 3.000 rupiah untuk sepeda motor dan 5.000 rupiah untuk kendaraan roda empat. Sementara untuk masuk lokasi wisata budaya dan sejarah belum dikenakan tiket masuk biasa alias gratis.

Menurut laman lembaga tersebut, Situs Liyangan merupakan salah satu bagian sejarah Mataram kuno. Kompleks pemukiman yang diperkirakan ada antara abad ke-6 hingga abad ke-10 masehi. Kemungkinan lain sudah ada sejak masa pra-Hindu sekitar abad ke-2 hingga masa kejayaan kerajaan Mataram Kuno pada abad ke-11 masehi. Hal ini dibuktikan berdasarkan penanggalan karbon dari arang kayu yang ditemukan.

Dari penanggalan karbon itu, Situs Liyangan dinilai termasuk dalam situs tertua di Indonesia. Hal ini terlihat dari bangunan yang masih polos dan minim relief yang terlihat dari pagar batu, yang diduga berasal dari era pra-Hindu. Seiring waktu bangunan di tempat ini semakin kompleks dengan adanya relief rumit seperti pada bangunan.

Dari penanggalan karbon disimpulkan Situs Liyangan memang sangat tua, dengan rentang kronologi antara abad ke-2 hingga ke-9 masehi dari masa pra-Hindu sampai kejayaan Mataram kuno. Bukti peninggalan pra-Hindu diketahui oleh adanya arca dengan pembuatan yang masih kasar.

Dari arca kasar tersebut sekaligus menjadi petunjuk penghuni Situs Liyangan pernah menganut kepercayaan animisme dan dinamisme, sebuah kepercayaan terhadap kekuatan di luar diri manusia, sebelum agama Hindu tiba. Kepercayaan ini hidup pada masa pra Hindu-Buddha.

Prasasti Rukam

Situs Liyangan yang berada di ketinggian rata-rata 1.200 mdpl, terkubur erupsi Gunung Sindoro pada abad ke-9. Menurut catatan vulkanolog Indonesia dan Jepang, tidak ada letusan Gunung Sindoro sebelum 1806. Jaraknya yang dekat dengan kawah, membuat situs ini rawan bencana.

Berbeda dengan beberapa situs lain yang hanya ditemukan tempat ibadah saja, di tempat ini terdapat peninggalan meliputi area hunian, area peribadatan, dan area pertanian. Pada area hunian, ditemukan sisa hunian dari bahan kayu, bambu, dan ijuk. Sisa hunian ini mengindikasikan dulunya pernah berdiri rumah-rumah model panggung.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Harga Cabai Rawit Rp84.400/...
Nasional
Wakil Menteri Imipas Silmy ...
Nasional
Grab Tegaskan Rumor Hengkan...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.