Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Singapura Setuju Impor Bersyarat Tenaga Surya dari Australia

📅 Selasa, 22 Okt 2024, 19:32 WIB | Oleh:
Singapura Setuju Impor Bersyarat Tenaga Surya dari Australia Doc: Istimewa
Ket. Hal ini terjadi setelah Singapura menaikkan target impor listrik bersihnya menjadi 6GW pada bulan September.

SINGAPURA - Menteri Kedua Perdagangan dan Industri Tan See Leng, pada Selasa (22/10), Singapura telah memberikan persetujuan bersyarat untuk impor Sun Cable senilai 24 miliar dolar AS sebesar 1,75 gigawatt (GW) tenaga surya dari Wilayah Utara Australia, yang akan dimulai setelah 2035.

Dikutip dari The Straits Times, pengembang proyek tenaga surya Australia akan membangun ladang tenaga surya besar di wilayah selatan Darwin, ibu kota negara bagian tersebut. Listrik yang dihasilkan akan disalurkan ke Singapura melalui kabel bawah laut sepanjang 4.300 kilometer.

Listrik sebesar 1,75GW mewakili sekitar 9 persen dari total kebutuhan listrik Singapura.

Berbicara di Asia Clean Energy Summit pada hari kedua Pekan Energi Internasional Singapura, Tan mengatakan proyek tersebut merupakan proyek yang ambisius, mengingat skala dan jarak antara Australia dan Singapura.

Ia menambahkan bahwa Singapura akan terus memberikan lampu hijau bagi proyek impor listrik bersih yang kredibel, meskipun proyek tersebut membutuhkan waktu lebih lama untuk terealisasi dan diperpanjang hingga setelah tahun 2035.

Proyek Sun Cable telah dimulai sejak awal tahun 2019, dengan target pembangunan dimulai paling cepat pada pertengahan tahun 2023. Pengoperasian diproyeksikan akan dimulai pada awal tahun 2026 dan selesai pada akhir tahun 2027.

Namun, pada Januari 2023, proyek tersebut gagal ketika Sun Cable memasuki administrasi sukarela karena perselisihan pendanaan antara raja pertambangan Australia Andrew Forrest dan salah satu pendiri perusahaan teknologi Atlassian, Mike Cannon-Brookes.

Pada bulan Mei tahun itu, sebuah konsorsium yang dipimpin oleh Grok Ventures milik Cannon-Brookes mengakuisisi perusahaan tersebut, dan merampungkan pengambilalihan tersebut pada bulan September 2023. Pemerintah Australia memberikan lampu hijau bagi proyek tersebut pada bulan Agustus 2024, yang memungkinkan listrik untuk diekspor ke Singapura.

Perkembangan ini terjadi setelah Singapura menaikkan target impor listrik bersihnya menjadi 6 GW pada bulan September, yang akan memenuhi sekitar 30 persen permintaan listrik pada tahun 2035. Selain proyek Sun Cable, kesepakatan impor sebesar 5,6 GW telah ditandatangani dengan Indonesia, Kamboja, dan Vietnam sejauh ini.

Tan mengatakan, Otoritas Pasar Energi atau Energy Market Authority (EMA) mengakui proyek Sun Cable "layak secara teknis dan komersial" berdasarkan proposal dan informasi yang diajukan sejauh ini.

"Agar proyek ini dapat maju ke tahap pengembangan lebih lanjut dan menerima persetujuan regulasi, Sun Cable perlu menawarkan harga yang layak secara komersial dan dapat diterima oleh pelanggan," kata EMA.

Dalam wawancara dengan wartawan, kepala eksekutif Sun Cable, Mitesh Patel, mengatakan bahwa antara sekarang dan tahun 2035, perusahaan berupaya menandatangani perjanjian pembelian jangka panjang dengan pembeli korporat di Singapura, yang dapat berkisar dari perusahaan teknologi besar hingga perusahaan farmasi, untuk listrik bersihnya.

Selama tahap pertama, selain listrik yang diekspor ke Singapura, proyek tersebut akan memasok total 800 hingga 900 megawatt tenaga surya ke kawasan industri di Darwin.

Hal ini mengharuskan pembangkit listrik tenaga suryanya memiliki kapasitas antara 17GW dan 20GW-puncak, menjadikannya salah satu "instalasi energi terbarukan terbesar di dunia". Sistem penyimpanan baterainya akan memiliki kapasitas antara 37 dan 42 GW-jam untuk menyeimbangkan ketersediaan energi, mengingat sinar matahari tidak tersedia sepanjang waktu.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
IESR: Pulau Sumbawa Punya P...

Keren, Unika Atma Jaya Masuk Top 100 Dunia WURI 2026

43 menit yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
Megapolitan
Mau Tawuran, Dua Pemuda Baw...
Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
Nasional
Tanggapan Istana Usai Wamen...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.