Serunya Menaklukkan Jeram di Sungai Maiting
📅 Sabtu, 24 Agu 2024, 06:10 WIB | Oleh: Haryo Brono
Doc: TOSA Toraja One Stop Adventure
Ada beberapa sungai yang bisa disusuri untuk kegiatan arung jeram di Kabupaten Toraja Utara Provinsi Sulawesi Selatan. Namun hanya Sungai Maiting yang paling favorit karena menawarkan pemandangan indah dan memiliki jeram-jeram yang menantang.
Toraja bukan hanya menawarkan wisata budaya yang banyak menarik perhatian dunia. Alamnya yang bergunung-gunung dialiri sungai-sungai yang penuh jeram, menarik siapa saja yang datang untuk untuk mengarunginya dengan cara rafting.
Ada beberapa sungai yang bisa disusuri untuk kegiatan arung jeram (rafting) seperti Sungai Sa'dan, Sungai Masuppu, dan Sungai Maiting. Namun dari ketiganya, Sungai Maiting termasuk yang paling favorit karena menawarkan pemandangan indah dan memiliki jeram-jeram yang menantang.
Sungai Maiting terletak di Lembang (sebutan untuk desa) Maiting, Kecamatan Rindingallo, Kabupaten Toraja Utara, Provinsi Sulawesi Selatan. Panjangnya dari hulu hingga hilir mencapai sekitar 50 kilometer dan sungai ini berakhir ketika bertemu dengan Sungai Saddang.
Hulu sungai tersebut berada di Desa Tosapan, Lembang Pulu-Pulu, Kecamatan Buntu Pepasan, Kabupaten Toraja Utara, terbentuk dari pertemuan sungai-sungai kecil. Sedangkan hilirnya berada di Desa Tapparan, Kabupaten Tana Toraja.
Sebaiknya Anda baca juga:
Spot yang biasa dipilih oleh penggemar olahraga arung jeram di Sungai Maiting, mulai dari Ma'dong, di Lembang Paku, Kecamatan Dende' Piongan Napo, dan berakhir di Lembang Tapparan, Kecamatan Rantetayo dengan jarak mencapai 15 kilometer.
Dalam satu kali perjalanan wisatawan atau penggemar arung jeram bisa menghabiskan waktu kurang lebih tiga hingga empat jam, tergantung kondisi arus. Jika arusnya semakin deras maka tentu saja akan cepat sampai dan keseruannya semakin tinggi.
Sepanjang perjalanan menyusuri Sungai Maiting ini akan menghadapi 10 jeram yang sangat menantang. Tingkat kesulitan jeramnya antara kelas 2, 3, dan 4. Kategori jeram ini tergolong masih dapat diatasi oleh mereka yang tidak biasa melakukan kegiatan arung jeram sekalipun.
Sebaiknya Anda baca juga:
Menurut laman Bali Rafting Adventure, tingkat kesulitan jeram dimulai dari kelas 1 yang paling rendah hingga kelas 6 untuk yang tertinggi. Jeram kelas kelas 2 adalah lintasan sungai yang masih sedikit datar tapi sudah mulai beriak dan belum banyak batu besar di lintasannya. Jadi rafting dengan kelas 2 juga bisa untuk semua kalangan, baik anak-anak dan orang dewasa.
Sedangkan kelas jeram sungai kelas 3 adalah lintasan sungai yang sudah beriak, berarus, dan banyak bebatuan besar yang membuat harus bermanuver. Sungainya memiliki gelombang kecil, terdapat batu besar dan terdapat terjunan miring setinggi maksimal 4 meter.
Kelas jeram sungai kelas 4 berupa arus dan gelombang sedang. Selain itu, di jalur sungai banyak terdapat banyak batu besar, terjunan miring dengan maksimum tinggi 6 meter, serta diperlukan keahlian manuver yang handal.
Untuk dapat mengikuti level jeram kelas 4, peserta rafting pemula harus ditemani pemandu (guide) sungai. Selain itu, saat rafting disarankan mengarunginya dalam jumlah grup perahu lebih dari 2 boat dan setiap 1 boat terdapat 1 orang instruktur yang tentunya sekali lagi sudah berpengalaman atau well trained.
Namun di Sungai Maiting levelnya bisa meningkat menjadi kelas 5 jika arusnya meningkat karena hujan deras. Apabila di hulu dalam keadaan mendung disarankan untuk lebih cepat dalam mendayung agar jaraknya tetap jauh dari air deras yang muncul.
Untuk menuju titik start di Madong, peserta arung jeram harus melewati berjalan kaki membelah hutan. Jalan tanah setapak ini cukup licin apalagi jika sedang hujan sehingga perlu berhati-hati. Selain itu juga harus menyeberangi jembatan bambu yang terlihat rapuh.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!