Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Sekjen PBB Mencari Pendanaan 'yang Signifikan' untuk Selamatkan Alam

📅 Senin, 21 Okt 2024, 09:01 WIB | Oleh: Tim Penulis
Sekjen PBB Mencari Pendanaan 'yang Signifikan' untuk Selamatkan Alam Doc: CNA/AFP/Joaquin Sarmiento
Ket. Sekjen PBB Antonio Guterres menyampaikan pidato dalam layar besar pada pembukaan KTT COP16 di Cali, Kolombia 20 Oktober 2024.

CALI - Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres pada hari Minggu (20/10) mendesak dana "investasi signifikan" untuk melindungi keanekaragaman hayati Bumi saat menyampaikan pidato di hadapan delegasi konferensi perlindungan alam terbesar di dunia di Cali, Kolombia.

Pertemuan yang secara resmi dibuka pada hari Senin (21/10) tersebut diawali dengan upacara pembukaan saat Cali dalam keadaan siaga tinggi setelah adanya ancaman dari kelompok gerilya.

Guterres membuat pidato video kepada para tamu yang berkumpul untuk acara yang berlangsung di bawah perlindungan ribuan polisi dan tentara Kolombia, dibantu personel keamanan PBB dan AS.

"Kita harus meninggalkan Cali dengan investasi signifikan dalam Dana Kerangka Keanekaragaman Hayati Global (GBFF), dan komitmen untuk memobilisasi sumber-sumber pendanaan publik dan swasta lainnya," kata sekretaris jenderal.

GBFF dibentuk tahun lalu untuk membantu negara-negara mencapai tujuan Kerangka Kerja Keanekaragaman Hayati Global Kunming-Montreal (GBF) yang diadopsi di Kanada pada tahun 2022 dengan 23 target untuk "menghentikan dan membalikkan" hilangnya alam pada tahun 2030.

Sejauh ini, negara-negara telah membuat komitmen sekitar $250 juta terhadap dana tersebut, menurut lembaga yang memantau kemajuan.

Dana tersebut merupakan bagian dari perjanjian lebih luas yang dibuat di Montreal dua tahun lalu bagi negara-negara untuk memobilisasi setidaknya $200 miliar per tahun pada tahun 2030 untuk keanekaragaman hayati, termasuk $20 miliar per tahun pada tahun 2025 dari negara-negara kaya untuk membantu negara-negara berkembang.

Guterres menekankan bahwa perusakan alam meningkatkan konflik, kelaparan, dan penyakit, memicu kemiskinan, dan memangkas PDB.

"Runtuhnya layanan alam -- seperti penyerbukan, dan air bersih -- akan mengakibatkan ekonomi global kehilangan triliunan dolar setiap tahunnya, dengan negara-negara termiskin yang paling terpukul," katanya.

Menghindari masa depan seperti itu akan mengharuskan negara-negara "menghormati janji-janji keuangan dan mempercepat dukungan kepada negara-negara berkembang," kata Guterres.

"Mereka yang memanfaatkan alam harus memberikan kontribusi terhadap perlindungan dan pemulihannya," tambahnya.

Damai dengan Alam

Sekitar 12.000 delegasi dari hampir 200 negara, termasuk 140 menteri pemerintah dan selusin kepala negara akan menghadiri Konferensi Para Pihak ke-16 (COP16) Konvensi PBB tentang Keanekaragaman Hayati (CBD), yang berlangsung hingga 1 November.

Bertema "Damai dengan Alam", tugas mendesak yang diembannya adalah menyusun mekanisme pemantauan dan pendanaan untuk memastikan 23 target PBB dapat terpenuhi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
Pemprov Jawa Timur Catat Po...

Keren, Unika Atma Jaya Masuk Top 100 Dunia WURI 2026

1.5 jam yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.