SDM Kopdes Digenjot, Kemenkop Libatkan Perguruan Tinggi
📅 Senin, 01 Sep 2025, 22:59 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA/ Ady Ardiansah
JAKARTA – Peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) di Koperasi Desa Merah Putih menjadi faktor kunci untuk memperkuat peran koperasi sebagai motor penggerak ekonomi lokal.
Dengan SDM yang kompeten, koperasi mampu meningkatkan tata kelola, memperluas akses pembiayaan, serta mengoptimalkan pemanfaatan potensi desa.
Hal ini tidak hanya mendorong kemandirian ekonomi masyarakat, tetapi juga memperkuat daya saing koperasi dalam menghadapi dinamika pasar yang semakin kompleks.
Kementerian Koperasi menggandeng Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia, Forum Rektor Indonesia, dan Universitas Indonesia (UI) dalam upaya meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM) koperasi desa/kelurahan merah putih (KDMP).
Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Kemenkop dan ketiga entitas pendidikan tinggi tersebut di Jakarta, Senin (1/9).
Sebaiknya Anda baca juga:
Menteri Koperasi Budi Arie Setiadi menyatakan keterlibatan perguruan tinggi sangat krusial melalui pelaksanaan tridharma perguruan tinggi, yakni pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat.
Budi Arie menjelaskan melalui kerja sama ini, perguruan tinggi akan berkontribusi dalam berbagai cara, termasuk melalui program kuliah kerja nyata (KKN), pengembangan inkubator bisnis, dan peningkatan kapasitas SDM pengurus, pengawas, dan pengelola koperasi agar kopdes merah putih memiliki tata kelola profesional.
"(Melalui KKN) terdapat banyak mahasiswa dengan multidisiplin ilmu yang dapat mendampingi dan mengembangkan KDMP di desa dan kelurahan, guna mengoptimalkan potensi desa, sehingga dapat memberikan manfaat ekonomi bagi warganya," katanya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ia menambahkan perguruan tinggi juga dapat berkolaborasi dengan usaha di desa melalui inkubator bisnis, yang berpotensi besar untuk memperkuat kemandirian desa.
Budi Arie menjelaskan secara spesifik, kerja sama dengan Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia akan memfokuskan pada penyatuan seluruh PTN dan politeknik negeri untuk memperkuat kapasitas SDM koperasi, menyelaraskan kurikulum, dan hilirisasi hasil riset.
Sementara itu, kerja sama dengan Forum Rektor Indonesia bertujuan membangun sinergi dalam pelaksanaan kebijakan koperasi, mulai dari kelembagaan, digitalisasi, pengembangan usaha, hingga riset dan inovasi.
Bersama Universitas Indonesia, kerja sama akan ditekankan pada pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat, termasuk program Merdeka Belajar-Kampus Merdeka dan KKN tematik yang fokus pada kopdes merah putih.
Budi Arie mengatakan melalui sinergi antara Kemenkop, perguruan tinggi, dan pemerintah daerah, diharapkan lahir program kolaboratif, model bisnis inovatif, serta standar kompetensi SDM perkoperasian yang dapat diterapkan di seluruh Indonesia.
Ketua Forum Rektor Indonesia Nurhasan mengatakan bahwa 4.300 perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta, yang tergabung dalam forumnya siap mendukung pelatihan SDM Kopdes Merah Putih, termasuk melalui KKN tematik yang akan melibatkan mahasiswa dan dosen.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!