Saat Rocky Gerung Ajak Anak Muda Refleksikan Nilai Sumpah Pemuda
📅 Senin, 03 Nov 2025, 01:57 WIB | Oleh: Eko S
Doc: Dok. Istimewa
YOGYAKARTA — Dengan gaya khasnya yang santai, Rocky Gerung tiba-tiba menghentikan paparannya. “Karena sudah ditepuktangani, maka saya cukupkan ini,” ujarnya disambut tawa audiens dalam Talkshow Sumpah Pemuda bertajuk Merah Muda Fest yang digelar DPP PDI Perjuangan di GOR Amongrogo, Yogyakarta, Sabtu (1/11/2025).
Saat itu, Rocky tengah membahas peran anak muda sebagai calon pemimpin masa depan. Akademisi yang dikenal kritis terhadap penguasa itu menilai bangsa ini sedang mencari pemimpin dengan kualitas setara generasi yang memproklamasikan Sumpah Pemuda.
“Kita sedang mencari pemimpin, anak-anak muda yang sekualitas dengan Sumpah Pemuda. Ada enggak itu? Lalu apa persyaratan supaya bisa menghasilkan seorang leader masa depan? Mereka harus lulus ujian,” kata Rocky.
Menurutnya, ujian pertama yang harus dilewati calon pemimpin adalah ujian etik dan moralitas. “Pernahkah dia berbohong kepada emak-emak, mengkhianati orang yang membesarkannya? Di situ ujian etika,” ujarnya.
Ujian kedua, lanjut Rocky, adalah kapasitas intelektual dan kemampuan bergaul dengan dunia. “Kalau seseorang lulus etikabilitas dan intelektualitas, baru bicara elektabilitas. Sekarang yang ada dibalik, elektabilitas dulu. Sejarah yang jujur itu harus dipakai mengingat para pengkhianat,” tegasnya, disambut tepuk tangan ribuan anak muda yang memadati GOR Amongrogo.
Sebaiknya Anda baca juga:
Puteri Indonesia Lingkungan, Putu Ayu Saraswati, turut hadir memberikan pandangannya. Ia menilai keberisikan anak muda di era digital menunjukkan bahwa semua orang kini memiliki ruang untuk berpendapat, baik secara daring maupun luring. “Tapi keberisikan itu jangan hanya menjadi noise, tapi harus menjadi voice yang lebih bermakna,” pesannya.
Ribuan anak muda tampak antusias mengikuti diskusi yang menghadirkan Rocky Gerung, Putu Ayu Saraswati, dan politisi PDI Perjuangan, Adian Napitupulu. Acara ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan ke-97 tahun Sumpah Pemuda yang digelar DPP PDI Perjuangan.
Menanggapi semangat Sumpah Pemuda, Rocky menilai nilai-nilai yang terkandung di dalamnya masih relevan hingga kini. “Satu Nusa, Satu Bangsa, dan Satu Bahasa, ini perjanjian yang sekarang dirayakan. Cuma ada tiga sumpah, tidak ada sumpah keempat dan kelima. Jadi yang perlu kita rawat adalah kemajemukan, dan patokannya adalah Nusa, Bangsa, dan Bahasa,” ujarnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sementara itu, Putu Ayu Saraswati mengagumi semangat luar biasa para pemuda 97 tahun lalu yang belum merdeka, tetapi sudah memikirkan cita-cita membangun satu nusa, satu bangsa, dan satu bahasa. Adian Napitupulu menambahkan, Sumpah Pemuda 1928 masih sangat relevan dengan kondisi hari ini. “Sekarang bicara dengan anak muda selalu banyak rencana. Ketika Satu Nusa, Satu Bangsa, dan Satu Bahasa sudah terwujud, maka selanjutnya bagaimana anak muda itu membuat rencana masa depan bangsa,” katanya. (*)
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!