Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Saat Emas Berkilau, Bursa Bergairah: IHSG Hari Ini Naik Ditopang Saham Tambang

📅 Rabu, 04 Feb 2026, 18:22 WIB | Oleh: Tim Penulis
Saat Emas Berkilau, Bursa Bergairah: IHSG Hari Ini Naik Ditopang Saham Tambang Doc: ANTARA FOTO/ Bayu Pratama S.
Ket. Pekerja melintas di depan layar digital yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta.

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat seiring meningkatnya minat investor pada saham berbasis komoditas, khususnya emas dan perak, yang harganya terdongkrak sentimen global.

Kenaikan logam mulia mencerminkan sikap risk hedging pelaku pasar di tengah ketidakpastian ekonomi dunia, sekaligus menjadi katalis bagi sektor pertambangan domestik.

Penguatan ini menunjukkan bahwa pergerakan IHSG masih sangat responsif terhadap dinamika harga komoditas global, dengan investor cenderung melakukan rotasi aset ke saham-saham defensif berbasis sumber daya alam.

IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (4/2) sore, ditutup menguat 24,12 poin atau 0,30 persen ke posisi 8.146,72 didorong oleh penguatan harga emas dan perak, yang mempengaruhi saham emiten-emiten berbasis komoditas tersebut.

Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 9,06 poin atau 1,10 persen ke posisi 832,79.

“IHSG sempat dibuka dan bergerak melemah, sebelum akhirnya ditutup menguat. Berlanjutnya rebound harga emas dan perak menjadi salah satu faktor yang mendorong penguatan indeks," ujar Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim dalam kajiannya di Jakarta.

Dari dalam negeri, Badan Pusat Statistik (BPS) akan merilis data pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang tahun 2025, yang mana konsensus memperkirakan sebesar 5 persen year on year (yoy) dari sebelumnya 5,3 persen (yoy) sepanjang tahun 2024.

Sementara itu, untuk pertumbuhan ekonomi kuartal IV-2025 diperkirakan sebesar 5.2 persen (yoy) dan 1,9 persen quartal on quaratl (qoq) dari sebelumnya 5,04 persen (yoy) dan 1,43 persen (qoq) pada kuartal III-2025.

Dari mancanegara, Ratna mengatakan pelaku pasar akan mencermati data retail sales kawasan Eropa periode Desember 2025, yang diperkirakan tumbuh 2.3 persen (yoy) dari sebelumnya 2 persen pada November 2025.

Selain itu, pelaku pasar juga menantikan pertemuan Europan Central Bank (ECB), yang diperkirakan akan mempertahankan suku bunga acuan di level 2,15 persen dan deposit facility rate di 2 persen. Sementara itu, pertemuan Bank of England (BoE) diperkirakan akan mempertahankan suku bunganya tetap di level 3,75 persen.

"Kami memperkirakan IHSG berpotensi uji level 8.200 pada perdagangan Kamis," ujar Ratna.

Dibuka menguat, IHSG bergerak ke teritori negatif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG bergerak kembali ke zona hijau hingga penutupan perdagangan saham

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, empat sektor menguat yaitu dipimpin sektor barang baku yang menguat sebesar 2,97 persen, diikuti oleh sektor industri dan sektor keuangan yang naik masing-masing sebesar 1,13 persen dan 0,97 persen.

Sedangkan, tujuh sektor menurun yaitu sektor barang konsumen non primer yang turun paling dalam minus sebesar 4,16 persen, diikuti oleh sektor infrastruktur dan sektor barang konsumen primer yang turun sebesar 2,33 persen dan 1,46 persen.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Pemutihan Pajak Kendaraan B...
Megapolitan
30 Rumah di Tanah Tinggi Ja...
Megapolitan
Dua WNA Ditemukan Meninggal...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.