Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Russia Gelar Pilpres, Putin Dipastikan akan Berkuasa Lagi

📅 Jumat, 15 Mar 2024, 13:54 WIB | Oleh:
Russia Gelar Pilpres, Putin Dipastikan akan Berkuasa Lagi Doc: AP
Ket. Rakyat Russia menuju tempat pemungutan suara pada hari Jumat (15/3) untuk memilih presiden.

MOSKOW- Rakyat Russia menuju tempat pemungutan suara pada hari Jumat (15/3) untuk memilih presiden. Pemilihan yang berlangsung tiga hari itu dipastikan akan memperpanjang kekuasaan Presiden Vladimir Putin enam tahun lagi.

Dilaporkan Associated Press, pemilu Russia berlangsung dengan latar tindakan keras yang telah melumpuhkan media independen dan kelompok hak asasi manusia terkemuka, serta memberikan Putin kendali penuh atas sistem politik.

Para pemilih akan memberikan suara mereka pada Jumat (15/3) hingga Minggu (17/3) di tempat pemungutan suara (TPS) di 11 zona waktu negara yang luas tersebut, serta di wilayah Ukraina yang dikuasai Russia.TPS pertama dibuka di wilayah paling timur Rusia, Chukotka dan Kamchatka, pada pukul 8 pagi waktu setempat.

Pemilu ini tidak banyak menimbulkan ketegangan karena Putin (71) mencalonkan diri untuk masa jabatannya yang kelima tanpa adanya penantang. Lawan politiknya berada di penjara atau di pengasingan di luar negeri, dan yang paling sengit, Alexei Navalny, meninggal di koloni penjara terpencil di Arktik baru-baru ini. Tiga kandidat lainnya adalah politisi low-profile dari partai-partai oposisi yang mengikuti garis Kremlin.

Para pengamat tidak mempunyai harapan sama sekali bahwa pemilu akan berlangsung bebas dan adil.Selain para pemilih tidak punya banyak pilihan, kemungkinan untuk melakukan pemantauan independen juga sangat terbatas.

Hanya kandidat terdaftar atau badan penasihat yang didukung negara yang dapat menugaskan pemantau ke TPS, sehingga mengurangi kemungkinan adanya pengawas independen.Pemungutan suara yang berlangsung selama tiga hari di hampir 100.000 TPS di negara ini, pemantauan yang sebenarnya sulit dilakukan.

"Pemilu di Russia secara keseluruhan adalah sebuah tipuan.Kremlin mengontrol siapa yang ikut dalam pemungutan suara.Kremlin mengontrol cara mereka berkampanye.Belum lagi kemampuan untuk mengontrol setiap aspek pemungutan suara dan proses penghitungan suara," kata Sam Greene, Direktur Ketahanan Demokratis di Pusat Analisis Kebijakan Eropa di Washington.

Ukraina dan negara-negara Barat juga mengecam Russia karena menggelar pemilu di wilayah Ukraina yang telah direbut dan diduduki oleh pasukan Moskow.

Dalam banyak hal, Ukraina merupakan jantung dari pemilu ini, kata para analis politik dan tokoh oposisi.Mereka mengatakan Putin ingin menggunakan kemenangan pemilunya sebagai bukti bahwa perang dan penanganannya mendapat dukungan luas.Sementara itu, pihak oposisi berharap menggunakan pemilu tersebut untuk menunjukkan ketidakpuasan mereka terhadap perang dan Kremlin.

Kremlin melarang dua politisi berpartisipasi dalam pemilu yang berupaya mencalonkan diri dengan agenda anti-perang dan menarik dukungan yang tulus - meskipun tidak terlalu besar - sehingga membuat para pemilih kehilangan pilihan mengenai "masalah utama agenda politik Russia," kata analis politik Abbas Gallyamov. yang pernah bekerja sebagai penulis pidato Putin.

Oposisi Russia yang tersebar mendesak orang-orang yang tidak senang dengan Putin atau perang untuk hadir di TPS pada Minggu siang, hari terakhir pemungutan suara, sebagai bentuk protes. Strategi tersebut didukung oleh Navalny sebelum kematiannya.

"Kita perlu menggunakan hari pemilu untuk menunjukkan bahwa kita ada dan ada banyak dari kita, kita adalah orang-orang yang nyata, hidup, dan kita menentang Putin.... Apa yang harus dilakukan selanjutnya terserah Anda.Anda dapat memilih kandidat mana pun kecuali Putin.Anda bisa merusak surat suara Anda," kata istri Navalny, Yulia Navalnaya.

Seberapa baik strategi ini akan berhasil masih belum jelas.

Golos, kelompok pemantau pemilu independen Rusia yang terkenal, mengatakan dalam sebuah laporan minggu ini bahwa pihak berwenang "melakukan segalanya agar masyarakat tidak menyadari fakta sebenarnya dari pemilu tersebut."

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
Rona
6 Drama Korea Baru yang Waj...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.