Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Ribuan Warga Sindang Jaya Jadi Korban Bakar Sampah

📅 Senin, 06 Okt 2025, 01:15 WIB | Oleh: Tim Penulis
Ribuan Warga Sindang Jaya Jadi Korban Bakar Sampah Doc: ANTARA/Azmi Samsul M
Ket. Ilustrasi - Pemerintah Kecamatan Sindang Jaya melakukan penutupan terhadap lokasi lapak limbah ilegal yang telah mengakibatkan peningkatannkasus ISPA di Kabupaten Tangerang.

TANGERANG - Sebanyak 3.617 warga di Kecamatan Sindang Jaya, Tangerang, menjadi korban pembakaran sampah. Mereka terinfeksi saluran pernapasan atas (ISPA) akibat kegiatan pembakaran sampah yang dilakukan lapak limbah ilegal.

Kepala Puskesmas Sindang Jaya, Dewi Anita Etikasari, di Tangerang, Minggu mengatakan, berdasarkan data periode Januari hingga September terdapat 3.617 warga terserang ISPA.

“Penyebab utama kasus ISPA di Sindang Jaya karena infeksi virus dan bakteri yang dapat menular,” katanya.

Menurutnya, pembakaran sampah oleh lapak limbah menyebabkan polusi udara sehingga menyebabkan peningkatan kasus kesehatan saluran nafas masyarakat. “Abu sisa pembakaran mengandung logam berat seperti merkuri dan timbal yang bisa mencemari tanah, air, udara dan rantai makanan yang mengancam kesehatan manusia dan hewan dalam jangka panjang,” tuturnya.

Dewi mengatakan, dengan banyaknya kasus ISPA, Dinkes dalam waktu dekat bakal memeriksa kesehatan warga yang bermukim dekat lapak limbah ilegal di Sindang Jaya.

“Kami akan memeriksa warga dalam waktu dekat,” kata Dewi. Sementara itu, Camat Sindang Jaya Galih Prakosa menuturkan, berdasarkan hasil operasi penertiban, ada 81 lapak limbah illegal. Mereka telah ditutup dengan disegel. Langkah tersebut dilakukan, karena melanggar aturan lingkungan. Mereka membakar sampah sampah/limbah secara ilegal.

Menurutnya, masyarakat mengeluh lantaran asap pembakaran mengganggu kenyamanan warga sekitar. Laporan ISPA itu sudah ada. Yang pasti masyarakat sudah ada yang terserang ISPA. Asap pembakaran sudah luar biasa dan merugikan masyarakat baik yang di perkampungan maupun perumahan. Galih menyatakan, akan berkoordinasi dengan Puskesmas untuk memeriksa kesehatan warga yang bermukim di sekitaran lapak limbah ilegal. “Nanti akan kita koordinasikan dengan puskesmas untuk memeriksa warga,” jelasnya.

Tanggung Renteng

Sementara itu, Gubernur Banten Andra Soni gar seluruh pemerintah daerah ikut bertanggung renteng terkait pembiayaan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan dan pengelolaan sampah. Menurutnya, persoalan tersebut membebani pemerintah provinsi (pemprov).

Maka, harus ditanggung renteng pemprov dengan kabupaten/kota. Bahkan juga bersama masyarakat. Soal BPJS, misalnya, prinsip dasarnya adalah gotong royong. Jadi, tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Harus ada partisipasi mandiri masyarakat dan pegawai.

Menurut Andra, komitmen Pemprov Banten menuju universal health coverage perlu diperkuat dengan koordinasi lintas daerah, mengingat kemampuan fiskal antarwilayah berbeda.

“Pemerintah provinsi tetap berkomitmen menuju universal health coverage. Namun koordinasi lintas daerah perlu diperkuat, apalagi ada perbedaan kemampuan fiskal antarwilayah,” ujarnya. 

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Kepala BGN Baru Diminta Fok...

Pengukuhan dan Pengambilan Sumpah Komcad ASN

55 menit yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Pengukuhan dan Pengambilan ...

Upaya Pembersihan Sampah di Kawasan Laut Jakarta

55 menit yang lalu | Fajar Alim M

Megapolitan
Upaya Pembersihan Sampah di...

Langkah Fajar/Fikri Berakhir di Babak 32 Besar

55 menit yang lalu | Fajar Alim M

Olahraga
Langkah Fajar/Fikri Berakhi...
Megapolitan
Voting Bipartisan DPR AS Pu...
Nasional
Kejagung Resmi Tahan Mantan...
Ekonomi
Pemerintah Siapkan Perubaha...
Nasional
Diskusi, Demokrasi Pancasil...

DPR Merespons Berbagai Isu Terkini

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
DPR Merespons Berbagai Isu ...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.