Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

PLN Catat Pembangkit EBT Bertambah 1,6 GW Sejak Tahun 2021

📅 Rabu, 14 Mei 2025, 19:05 WIB | Oleh:
PLN Catat Pembangkit EBT Bertambah 1,6 GW Sejak  Tahun 2021 Doc: antara foto
Ket. Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo di Jakarta, Rabu (14/5).

JAKARTA - PT PLN (Persero) mencatat sejak 2021 hingga April 2025 telah terbangun dan beroperasi pembangkit berbasis energi baru terbarukan (EBT) sebesar 1,6 gigawatt (GW).

“Sejak tahun 2021 hingga April 2025 total sudah ada penambahan 1,6 GW pembangkit EBT yang sudah berhasil dioperasikan, ini termasuk PLTS (Pembangkit Listrik Tenaga Surya) Apung Cirata, ini terbesar di Asia Tenggara dan juga nomor tiga terbesar di dunia untuk PLTS Apung," ujar Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo di Jakarta, Rabu (14/5).

Darmawan menyebut PLN telah memproses 18 GW atau sekitar 86 persen dari target pembangkit EBT dalam Green Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2021-2030 pada April 2025.

Adapun 18 GW tersebut terdiri dari 2,8 GW pembangkit EBT dalam perencanaan, 4,7 GW dalam proses pendanaan, 8,5 GW dalam proses pengadaan, 3,3 GW dalam proses konstruksi dan 1,6 GW sudah commissioning.

Lebih lanjut, PLN dan pemerintah berhasil mempercepat realisasi proyek infrastruktur ketenagalistrikan, serta beberapa proyek strategis yang diresmikan oleh Presiden Prabowo Subianto.

“Ini termasuk 3,2 GW pembangkit, ini termasuk 0,4 GW pembangkit dari EBT, ada 740 kilometer sirkuit transmisi, dan ada 1.740 MVA gardu induk. Tentu saja ini dengan adanya masuknya infrastruktur baru ini, menurunkan emisi sebesar 14 juta ton CO2 per tahun,” katanya.

PLN juga telah berhasil menyelesaikan 97 persen target penambahan pembangkit EBT hingga April 2025, atau sebesar 492 MV dari total target 507 MW.

Dari sisi pengurangan emisi, PLN telah berhasil mengurangi emisi CO2 atau green house gas sebesar 48,4 juta ton CO2 pada 2024.

“Inilah yang menjadi fondasi bahwa kita membangun pola pengembangan infrastruktur ketenagalistrikan, menyediakan listrik yang andal tetapi juga mengurangi emisi gas rumah kaca,” imbuh Darmawan.

Selanjutnya, PLN melakukan pembangunan ekosistem untuk kendaraan listrik guna mendukung transisi energi. Menurut Darmawan, jumlah transaksi pengisian daya kendaraan listrik meningkat lima kali lipat setiap tahun.

PLN menambah stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU), terutama di daerah-daerah strategis untuk memudahkan pengguna kendaraan listrik.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Kepala BGN Baru Diminta Fok...
Nasional
Pengukuhan dan Pengambilan ...
Megapolitan
Upaya Pembersihan Sampah di...
Olahraga
Langkah Fajar/Fikri Berakhi...
Megapolitan
Voting Bipartisan DPR AS Pu...

Kejagung Resmi Tahan Mantan Pejabat BGN

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Kejagung Resmi Tahan Mantan...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.