Revolusi Indonesia Dianggap Jadi Fondasi Dunia Modern, David van Reybrouck Hadir di Jakarta
📅 Rabu, 22 Okt 2025, 20:15 WIB | Oleh: Eko S
Doc: Dok. Istimewa
Jakarta — Sejarawan dan penulis asal Belgia, David van Reybrouck, menilai revolusi kemerdekaan Indonesia memiliki pengaruh besar terhadap lahirnya dunia modern. Pandangan itu ia sampaikan dalam diskusi buku terbarunya, Revolusi: Indonesia and the Birth of the Modern World yang digelar di Jakarta, Selasa (21/10).
Acara yang diprakarsai oleh Gamechangers Book Club dan PRAKSIS (Pusat Riset dan Advokasi Serikat Yesus) ini menghadirkan Reybrouck sebagai pembicara utama. Ia menegaskan, proklamasi kemerdekaan Indonesia pada 1945 dan perjuangan mempertahankannya hingga 1949 menjadi tonggak penting bagi banyak negara di Asia dan Afrika untuk membebaskan diri dari kolonialisme.
“Revolusi Indonesia bukan hanya sejarah lokal, tetapi juga sejarah dunia,” kata Reybrouck. “Saya bukan orang Indonesia dan bukan pula orang Belanda, tapi saya merasa sejarah Indonesia adalah sejarah saya juga.”
Perspektif Baru atas Sejarah
Dalam karyanya, Reybrouck menawarkan pendekatan berbeda dari penulisan sejarah kolonial yang cenderung Nerlandosentris. Ia menulis dari sudut pandang rakyat biasa, bukan hanya elite politik atau militer.
Menurutnya, sejarah revolusi Indonesia dapat dibaca sebagai mozaik kisah dari berbagai lapisan masyarakat. Ia memadukan riset arsip dengan sejarah lisan, melibatkan wawancara terhadap ratusan saksi hidup di Indonesia serta sejumlah mantan tentara Gurkha di Nepal—pasukan yang dulu dikirim Inggris pada masa transisi kekuasaan di Nusantara.
Sebaiknya Anda baca juga:
Lewat metode itu, Reybrouck berupaya merekam pengalaman mereka yang jarang mendapat ruang dalam catatan sejarah resmi. “Saya ingin menyusun potongan-potongan kecil dari ingatan mereka menjadi satu narasi besar tentang perjuangan kemerdekaan,” ujarnya.
Antara Kekerasan dan Harapan
Reybrouck juga menyinggung dimensi kekerasan yang mewarnai periode revolusi. Ia menilai kejahatan perang dilakukan oleh berbagai pihak, termasuk pasukan Belanda, pemuda Indonesia, dan tentara Gurkha. Namun di balik kekerasan itu, muncul semangat generasi muda yang berjuang melawan penghinaan kolonial dan menuntut kemerdekaan penuh.
“Jangan pernah meremehkan kekuatan kaum muda,” tegasnya. “Mereka yang muda waktu itu berani mengubah sejarah, sama seperti generasi muda hari ini yang terus menyuarakan perubahan di banyak tempat, dari Indonesia sampai Timur Tengah.”
Sebaiknya Anda baca juga:
Antusiasme Pembaca
Diskusi yang berlangsung di kompleks Kolese Kanisius, Jakarta, dihadiri lebih dari 200 peserta. Sejumlah tokoh turut hadir, antara lain Gemala Hatta, putri Wakil Presiden pertama RI Mohammad Hatta; Meis Roem, putri politisi Mohammad Roem; Peter Carey, sejarawan; Mudji Sutrisno SJ, budayawan; serta Julia Suryakusuma, penulis dan aktivis.
Hadir pula mantan Duta Besar RI untuk Jepang Heri Akhmadi, anak-anak dari Sutan Takdir Alisjahbana, serta beberapa diplomat negara sahabat. Acara ditutup dengan sesi penandatanganan buku yang dipadati antrean panjang pembaca.
Buku Revolusi pertama kali diterbitkan dalam bahasa Belanda pada 2020, kemudian dalam versi bahasa Inggris pada 2024 yang langsung menjadi bestseller. Versi bahasa Indonesia kini diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama. Seluruh eksemplar edisi Inggris yang dijual di lokasi acara ludes dalam hitungan menit.
Dengan riset mendalam dan pendekatan empatik, karya Reybrouck menempatkan revolusi Indonesia sebagai peristiwa global yang menandai kelahiran dunia modern—sebuah dunia yang mewarisi semangat kemerdekaan dan solidaritas dari Asia-Afrika hingga Eropa.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!