Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Realisasi Perpanjangan SPHP Beras 2025 Capai 15 Ribu Ton di Januari 2026

📅 Jumat, 16 Jan 2026, 20:42 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Realisasi Perpanjangan SPHP Beras 2025 Capai 15 Ribu Ton di Januari 2026 Doc: istimewa
Ket. Sekretaris Utama Bapanas Sarwo Edhy menuturkan, dalam laporan per 15 Januari, Perum Bulog telah mencatatkan progres realisasi penjualan beras SPHP hingga 15 ribu ton untuk Januari ini saja

JAKARTA – Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan program SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) beras tahun 2025 telah berjalan di awal Januari 2026 usai Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memberikan persetujuan skema Rekening Penampungan Akhir Tahun Anggaran (RPATA). 

Sekretaris Utama Bapanas Sarwo Edhy menuturkan, dalam laporan per 15 Januari, Perum Bulog telah mencatatkan progres realisasi penjualan beras SPHP hingga 15 ribu ton untuk Januari ini saja.

"Jadi program SPHP beras tahun 2025 dipastikan masih berlanjut di Januari 2026. Tidak ada jeda. Selanjutnya di Februari 2026 ditargetkan mulai salur SPHP beras tahun 2026 hingga Desember mendatang," jelasnya di Jakarta pada Jumat (16/1).

"Tentunya pemerintah bersama DPR RI akan memastikan program ini berjalan dengan baik dan optimal. Bapanas dan Bulog sesuai arahan Bapak Kepala Bapanas, siap bergandengan tangan bersama Komisi IV DPR RI agar SPHP beras di 2026 semakin baik," tambah Sarwo.

Untuk diketahui, realisasi penjualan beras SPHP tahun 2025 sampai 15 Januari 2026, totalnya telah mencapai 817,2 ribu ton. Ini berarti selama masa perpanjangan SPHP beras 2025 sampai medio Januari 2026 telah berprogres hingga mendekati angka 15 ribu ton.

Selanjutnya, untuk pelaksanaan SPHP beras tahun 2026, Bapanas tengah menggodok pemutakhiran dan penajaman petunjuk teknis. Salah satunya dengan memperlebar batas maksimal pembelian beras SPHP dari semula 2 pak atau 10 kilogram (kg) per konsumen menjadi 5 pak atau 25 kg per konsumen. 

Kepala Bapanas sekaligus Menteri Pertanian Amran Sulaiman menekankan harga beras bagi masyarakat tidak boleh berfluktuasi yang berlebihan. Ini karena stok beras secara nasional lebih dari mencukupi setelah Indonesia memperoleh predikat swasembada beras untuk tahun 2025.

"Stok beras tertinggi kita sepanjang sejarah. Di hotel, rumah-rumah, restoran, itu sampai 12 juta ton. Naik 49 persen dari tahun lalu. Jadi teman-teman pengusaha, tolong tidak ada alasan harga naik. Sekarang ini, alhamdulillah, satu tahun sudah swasembada, yang itu tercepat atas gagasan besar Bapak Presiden," terang Amran dalam berbagai kesempatan.

Menilik Panel Harga Pangan Bapanas, per 15 Januari 2026, rerata harga beras medium secara nasional untuk Zona 1 masih cukup stabil dengan berada di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET). Zona 1 berada di Rp 13.270 per kilogram (kg) atau 1,7 persen di bawah HET beras medium Zona 1 yang ditetapkan di Rp 13.500 per kg.

Sementara Panel Harga Pangan Bapanas juga memonitor perkembangan harga gabah kering panen (GKP) tingkat petani secara nasional. Per 15 Januari, rerata harga GKP secara nasional relatif cukup baik dengan Rp 6.912 per kg. Sementara ketetapan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) GKP petani di 6.500 per kg. Meski begitu, masih ada 4 daerah yang mengalami rerata harga GKP petani di bawah HPP.

Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) beras tahun 2025 yang telah dipastikan masih dapat dijalankan sampai akhir Januari 2026, memperoleh dukungan dari Komisi IV DPR RI RI. Adapun perpanjangan SPHP beras 2025 tersebut dimungkinkan melalui skema Rekening Penampungan Akhir Tahun Anggaran (RPATA).

Akses terjangkau

Anggota Komisi IV DPR RI Eko Wahyudi menyatakan dukungan terhadap perpanjangan SPHP beras tahun 2025 sampai Januari 2026. Baginya program baik ini dapat menyediakan akses beras dengan harga terjangkau bagi masyarakat dan juga menahan fluktuasi harga.

“Perpanjangan SPHP ini penting untuk memastikan masyarakat tetap bisa mengakses beras dengan harga yang wajar, sekaligus menahan lonjakan harga di pasar. Komisi IV DPR RI selalu menekankan agar distribusi SPHP tidak tersendat di lapangan. Stok ada, anggaran ada, maka penyaluran harus berjalan optimal,” kata legislator Eko.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Rona
Penyanyi Legendaris Peabo B...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.