Real Madrid dan Promotor Super League Tuntut UEFA 64 Triliun Rupiah atas Dugaan Monopoli
📅 Jumat, 31 Okt 2025, 07:28 WIB | Oleh: Benny Mudesta Putra
Doc: AFP
MADRID, SPANYOL - Real Madrid dan promotor kompetisi European Super League menuntut ganti rugi lebih dari 4 miliar dollar AS (sekitar 64 triliun rupiah) dari UEFA, yang mereka tuduh telah secara tidak adil menggagalkan proyek liga tandingan tersebut. Informasi ini diungkapkan oleh sebuah sumber kepada AFP pada hari Kamis (30/10).
Langkah hukum ini muncul setelah pengadilan Spanyol pada Rabu menolak banding yang diajukan UEFA terkait legalitas proyek Super League.
Super League pertama kali diumumkan pada 2021 oleh 12 klub elite Eropa,termasuk Real Madrid dan Barcelona. Namun, proyek ambisius itu dengan cepat runtuh menyusul protes keras dari suporter klub-klub Inggris serta ancaman sanksi dari UEFA dan FIFA.
Pada bulan Desember 2023, Mahkamah Eropa (ECJ) memutuskan bahwa larangan terhadap pembentukan Super League bertentangan dengan hukum Uni Eropa. Setahun sebelumnya, seorang hakim di Spanyol juga menilai bahwa UEFA dan FIFA telah “menghalangi persaingan bebas” dan “menyalahgunakan posisi dominan mereka” dalam industri sepak bola Eropa.
Pengadilan Madrid pada hari Rabu juga menolak banding yang diajukan oleh La Liga dan Federasi Sepak Bola Spanyol (RFEF), memperkuat posisi hukum klub-klub pendukung Super League.
Sebaiknya Anda baca juga:
Perusahaan promotor proyek, A22 Sports Management, menyesalkan sikap UEFA yang disebutnya “menolak semua upaya kompromi dan reformasi” meskipun telah dilakukan berbagai pertemuan selama beberapa bulan terakhir. “Kami tidak punya pilihan lain selain memulai proses hukum untuk mendapatkan kompensasi atas kerugian yang dialami,” ujar Bernd Reichart, CEO A22.
“Setelah bertahun-tahun proses hukum, UEFA tidak bisa lagi mengabaikan keputusan pengadilan yang bersifat mengikat. Dengan menyalahgunakan monopoli mereka dan menghalangi inisiatif baru, UEFA telah menyebabkan kerugian besar bagi banyak klub, pemain, dan pemangku kepentingan sepak bola di seluruh Eropa,” lanjut Reichart.
Namun, ruang lingkup keputusan pengadilan ini masih belum jelas, karena sebagian aturan yang disengketakan telah ditulis ulang oleh UEFA.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Putusan ini tidak melegitimasi proyek ‘Super League’ yang telah ditinggalkan pada 2021, dan tidak pula membatalkan aturan otorisasi baru UEFA yang diadopsi pada 2022 serta diperbarui pada 2024,” tulis UEFA dalam pernyataannya kepada AFP. “Aturan tersebut memastikan bahwa setiap kompetisi lintas negara dinilai berdasarkan kriteria yang objektif, transparan, tidak diskriminatif, dan proporsional.”
Sementara itu, Real Madrid menyambut gembira keputusan pengadilan tersebut. “Putusan ini menegaskan bahwa UEFA, dalam kasus Super League, telah secara serius melanggar aturan persaingan bebas Uni Eropa dengan menyalahgunakan posisi dominannya,” demikian isi pernyataan klub.
“Real Madrid akan terus bekerja demi kebaikan sepak bola dunia dan para penggemar, sembari menuntut ganti rugi besar atas kerugian yang ditimbulkan UEFA,” tutup pernyataan tersebut.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!