Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Reaktivasi Kota Tua: Langkah Ambisius Gubernur Pramono yang Butuh Eksekusi Tepat

📅 Minggu, 19 Okt 2025, 15:00 WIB | Oleh:
Reaktivasi Kota Tua: Langkah Ambisius Gubernur Pramono yang Butuh Eksekusi Tepat Doc: Pemprov DKI Jakarta

JAKARTA – Rencana besar Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung untuk mereaktivasi kawasan Kota Tua berbasis Transit Oriented Development (TOD) menjadi sorotan publik. Langkah ini dinilai sebagai upaya ambisius untuk mengembalikan kejayaan kawasan bersejarah itu sekaligus menata ulang wajah Jakarta agar lebih terintegrasi, modern, dan berorientasi pada transportasi publik.

Reaktivasi Kota Tua diyakini dapat menjadi momentum penting bagi Jakarta menuju kota global yang memadukan warisan budaya dengan ekonomi kreatif. Melalui kolaborasi antara pemerintah pusat, Pemprov DKI, BUMN, dan swasta, proyek ini diproyeksikan akan menghidupkan kembali geliat seni, wisata, serta investasi di kawasan heritage yang selama ini terabaikan.

Langkah awal yang dirancang berupa pembentukan Task Force lintas instansi menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menghindari tumpang tindih kewenangan. Dengan struktur kerja yang jelas, percepatan pembangunan infrastruktur dasar diharapkan bisa dimulai pada 2026, sebagai fondasi bagi tahapan berikutnya yang lebih kompleks.

Namun, di balik rencana besar ini, muncul potensi persoalan yang perlu diantisipasi sejak dini. Konsep TOD yang mengandalkan konektivitas transportasi publik, termasuk MRT Fase II menuju Kota Tua, membutuhkan kesiapan sistem yang matang agar tidak menimbulkan kemacetan baru di sekitar kawasan.

Selain itu, pengembangan kawasan heritage juga menuntut keseimbangan antara pelestarian sejarah dan pembangunan modern. Jika penataan tidak mempertimbangkan nilai cagar budaya, identitas visual Kota Tua yang menjadi daya tarik utama bisa tergerus oleh kepentingan komersial semata.

Rencana pemindahan Institut Kesenian Jakarta (IKJ) ke kawasan tersebut menjadi langkah strategis untuk memperkuat karakter seni dan budaya. Namun, pemindahan ini juga berpotensi menimbulkan persoalan logistik dan adaptasi, baik bagi mahasiswa maupun komunitas seni yang telah lama beraktivitas di kampus lama.

Pemerintah perlu memastikan kesiapan infrastruktur pendukung sebelum proses relokasi dilakukan. Tanpa fasilitas transportasi, hunian, dan ruang kreatif yang memadai, tujuan menjadikan Kota Tua sebagai pusat seni dan ekonomi kreatif bisa berbalik menjadi beban sosial baru.

Dari sisi pembiayaan, sinergi antara pemerintah dan sektor swasta menjadi kunci utama. Namun, ketergantungan yang terlalu besar pada investasi non-pemerintah juga dapat membuka celah bagi komersialisasi berlebihan yang mengorbankan nilai sejarah kawasan.

Meski demikian, jika dijalankan dengan perencanaan matang, proyek reaktivasi ini dapat menjadi contoh sukses integrasi pembangunan berbasis sejarah dan modernitas. Dengan target penyelesaian awal pada 2027 dan konektivitas MRT hingga 2029, Kota Tua berpotensi menjadi ikon baru Jakarta yang tidak hanya indah secara fisik, tetapi juga berdaya secara ekonomi dan sosial.

Rencana besar Gubernur Pramono Anung ini pada dasarnya bukan sekadar proyek fisik, melainkan upaya membangun identitas baru Jakarta pasca-status ibu kota. Keberhasilan program tersebut akan sangat ditentukan oleh konsistensi kebijakan lintas pemerintahan dan kemampuan menjaga keseimbangan antara pembangunan dan pelestarian.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Polres Metro Bekasi Kota Be...
Nasional
PT KAI Tutup 116 Perlintasa...
Ekonomi
Menkeu Ungkap Banyak Rumor ...
Megapolitan
Wali Kota Bogor Aktivasi Mu...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.