Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Ratusan Desa Siap Go Global, Produk Lokal Indonesia Tembus Pasar Dunia

📅 Selasa, 09 Sep 2025, 21:15 WIB | Oleh: Tim Penulis
Ratusan Desa Siap Go Global, Produk Lokal Indonesia Tembus Pasar Dunia Doc: ANTARA/Gembong Ismadi
Ket. Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso saat melepas ekspor kakao fermentasi dari Kabupaten Jembrana, Bali ke Prancis, Selasa (9/9/2025).

JEMBRANA – Pernyataan Kementerian Perdagangan (Kemendag) bahwa sebanyak 700 desa di Indonesia sudah siap mengekspor produknya menandakan adanya pergeseran signifikan dalam pola pengembangan ekonomi nasional.

Desa kini tidak lagi hanya dipandang sebagai penghasil bahan baku, melainkan juga sebagai pusat produksi bernilai tambah yang mampu menembus pasar global.

Kesiapan ini menunjukkan bahwa potensi lokal—mulai dari pertanian, kerajinan, perikanan, hingga produk kreatif—telah diolah dengan standar mutu yang memenuhi permintaan internasional.

Secara strategis, keterlibatan desa dalam rantai ekspor dapat memperkuat basis ekonomi nasional dari akar rumput, mengurangi ketimpangan antarwilayah, serta meningkatkan devisa negara.

Namun, keberhasilan program ini tetap sangat bergantung pada ketersediaan infrastruktur logistik, akses pembiayaan, literasi ekspor bagi pelaku usaha desa, serta konsistensi dukungan pemerintah dalam membuka pasar luar negeri.

Dengan sinergi tersebut, desa berpotensi menjadi motor baru pertumbuhan ekspor yang inklusif dan berkelanjutan.

"Kami memetakan ribuan desa yang memiliki potensi ekspor. Dari ribuan itu, saat ini 700 desa siap melakukan ekspor," kata Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso saat melepas ekspor kakao fermentasi ke Prancis dari Kabupaten Jembrana, Bali, Selasa (9/9).

Dia mengatakan untuk menumbuhkan ekspor dari desa, pemerintah meluncurkan program Desa BISA Ekspor yang merupakan pengembangan dari Desa Devisa yang digagas Kementerian Keuangan.

Untuk menjalankan program Desa BISA Ekspor tersebut, kata dia, sejumlah kementerian yaitu Kementerian Perdagangan, Kementerian Desa, Kementerian Pertanian serta Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) bekerjasama.

"Ada juga pihak swasta termasuk bank yang mendukung program ini. Kami buka akses yang luas bagi ekspor produk desa," katanya lagi.

Menurut dia, bagi desa yang sudah siap, pihaknya memfasilitasi dengan pembeli internasional melalui perwakilan dagang di 33 negara.

Sedangkan untuk desa yang belum siap, namun memiliki potensi, pihaknya membantu pelatihan, pendampingan desain dan standardisasi produk.

Agar bisa bersaing di pasar ekspor, kata dia, harus dilakukan hilirisasi produk desa sehingga memiliki nilai tambah.

"Pasar global itu luas dan beragam. Ada segmen untuk bahan mentah, setengah jadi, maupun produk jadi. Kami akan bantu desa agar mampu masuk ke pasar produk jadi, meskipun secara bertahap," katanya pula.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.