Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Ranjau Darat Meledak di Nigeria, 20 Orang Pelayat Tewas

📅 Kamis, 02 Nov 2023, 08:25 WIB | Oleh: Tim Penulis
Ranjau Darat Meledak di Nigeria, 20 Orang Pelayat Tewas Doc: Guardian.ng/AFP
Ket. Ilustrasi - Ranjau darat meledak di Nigeria pada Desember 2017.

KANO - Dua puluh pelayat tewas ketika kendaraan yang mengangkut mereka dari pemakaman korban serangan kelompok militan menabrak ranjau darat di timur laut Nigeria, kata milisi pro-pemerintah dan penduduk kepada AFP pada Rabu (1/11).

Serangan militan yang melancarkan perang selama 14 tahun telah mereda di timur laut Nigeria. Mereka tidak lagi menguasai sebagian besar wilayah, namun masih menyerang daerah pedesaan, menyerang pangkalan militer dan menyergap konvoi kendaraan.

Militan yang berafiliasi dengan Negara Islam Provinsi Afrika Barat (ISWAP) pada Senin malam menewaskan sedikitnya 17 orang dalam serangan di sebuah desa pertanian di Negara Bagian Yobe karena mereka menolak membayar retribusi ternak yang dikenakan kelompok tersebut, kata milisi dan penduduk.

Pada Selasa malam, warga desa tersebut dan masyarakat sekitar mengadakan pemakaman bagi para korban di Kayayya di distrik Geidam, Yobe, menurut sumber tersebut.

Sebanyak 22 pria dari desa tetangga Karabiri sedang dalam perjalanan pulang dengan becak bermotor ketika menabrak ranjau yang diyakini ditanam oleh kelompok tersebut.

"Dua puluh pelayat tewas dalam ledakan itu dan dua lainnya luka parah," kata Gremah Bukar, seorang anggota milisi anti-jihadis yang membantu tentara.

"Ada kekhawatiran para teroris akan kembali dan mengganggu pemakaman, namun masyarakat bersikeras untuk menguburkan jenazah," kata Bukar.

Kedua korban yang terluka dibawa ke rumah sakit umum di Geidam, 30 kilometer (18 mil) jauhnya, kata Abubakar Adamu, pejuang milisi lainnya yang menyebutkan jumlah korban tewas yang sama.

Luka yang dialami kedua orang yang selamat sangat parah sehingga mereka akan dipindahkan ke rumah sakit spesialis di ibu kota negara bagian Damaturu, yang berjarak 185 kilometer, kata warga Geidam, Ari Sanda.

Sanda, yang mengunjungi dua orang yang terluka di rumah sakit pada Rabu, menyebutkan jumlah korban yang sama yaitu 20 orang tewas akibat ledakan tersebut.

Jutaan Orang Mengungsi

Yobe, tetangga dekat negara bagian Borno, juga menanggung beban paling berat akibat kekerasan yang dilakukan kelompok tersebut, termasuk serangan mematikan di desa-desa, pangkalan militer, sekolah dan pasar, serta penculikan massal.

Pada April tahun lalu, anggota ISWAP membunuh 11 orang dalam serangan di bar dan sebuah perguruan tinggi teknik di Geidam, beberapa hari setelah enam orang tewas dan 16 luka-luka dalam ledakan yang menargetkan bar lain di negara bagian Taraba di timur laut.

Pada 2021 ISWAP menyita Geidam selama beberapa hari, membunuh orang dan menjarah toko perbekalan sebelum membakarnya, menyebabkan penduduk meninggalkan kota.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Keren, Unika Atma Jaya Masuk Top 100 Dunia WURI 2026

1.5 jam yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
Megapolitan
Mau Tawuran, Dua Pemuda Baw...
Megapolitan
Perum Bulog Lebak-Pandeglan...
Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.