Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Psikolog vs Terapis: Biar Nggak Salah Pilih, Kenali Perbedaannya!

📅 Rabu, 02 Jul 2025, 18:15 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Psikolog vs Terapis: Biar Nggak Salah Pilih, Kenali Perbedaannya! Doc: Better Health

JAKARTA - Kalau kamu lagi cari bantuan untuk masalah kesehatan mental—entah karena lagi burnout, galau berkepanjangan, atau pengin ngobrol sama profesional soal pola pikir yang nggak sehat—pasti kamu pernah ketemu dua istilah ini: psikolog dan terapis.

Keduanya memang sering dipakai bergantian, tapi ternyata, ada perbedaan penting yang perlu kamu tahu biar nggak salah langkah saat memilih bantuan profesional.

Baik psikolog maupun terapis punya tujuan yang sama: bantu kamu merasa lebih baik secara mental, emosional, bahkan perilaku. Tapi cara mereka sampai ke tujuan itu bisa beda, tergantung dari latar belakang pendidikan, pendekatan yang mereka pakai, dan wewenangnya dalam hal diagnosis.

Psikolog biasanya punya gelar doktoral, seperti PhD atau PsyD di bidang psikologi. Sementara terapis cukup dengan gelar magister dari bidang terkait seperti konseling, pekerjaan sosial klinis, atau terapi keluarga.

Meski begitu, keduanya harus menjalani pelatihan, ujian lisensi, dan pendidikan berkelanjutan agar bisa praktik secara legal.

Psikolog Lebih Kuat di Riset, Terapis Lebih Fokus ke Praktik

Secara umum, psikolog punya pemahaman mendalam tentang riset ilmiah soal perilaku manusia. Mereka bisa mengaitkan terapi yang kamu jalani dengan temuan terbaru dari jurnal psikologi, jadi pendekatannya lebih evidence-based. Kalau kamu suka pendekatan yang logis dan terstruktur, ini bisa jadi cocok banget buatmu.

Di sisi lain, terapis lebih terlatih dalam teknik terapi yang langsung diterapkan ke kehidupan sehari-hari. Mereka lebih menekankan teori-teori psikologi praktis, seperti psychodynamic, humanistic, atau terapi sistemik.

Terapis juga sering bantu kamu menyelesaikan masalah yang lebih kontekstual, seperti konflik keluarga, trauma masa kecil, atau stres karena lingkungan kerja.

Sebaiknya Anda baca juga:

Nggak semua psikolog bisa meresepkan obat. Di kebanyakan negara bagian di AS, hanya psikiater atau psikolog dengan pelatihan khusus yang punya izin untuk itu. Tapi psikolog tetap bisa melakukan tes psikologis, memberi diagnosis klinis, dan menyusun rencana perawatan berdasarkan evaluasi mendalam.

Sementara itu, wewenang terapis dalam memberi diagnosis tergantung aturan di wilayah praktiknya. Kalau memang butuh evaluasi lebih lanjut, biasanya terapis akan merujuk klien ke psikolog atau psikiater.

Mana yang Lebih Cocok Buat Kamu?

Kalau kamu lagi struggling dengan kecemasan, kesedihan mendalam, atau masalah hubungan, baik psikolog maupun terapis bisa jadi tempat yang tepat buat mulai ngobrol. Tapi kalau kamu:

  • Butuh bantuan berdasarkan assessment psikologis yang lebih detail,

  • Punya gejala yang cukup berat dan mengganggu aktivitas harian,

  • Atau pengin coba terapi berbasis riset seperti CBT (Cognitive Behavioral Therapy),

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Olahraga
Janice Tjen Mulus ke Peremp...
Ekonomi
Berpotensi Melemah Lanjutan...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.