Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

PMM 2024 Diikuti 16.000 Mahasiswa

📅 Sabtu, 20 Jan 2024, 03:23 WIB | Oleh:
PMM 2024 Diikuti 16.000 Mahasiswa Doc: Istimewa
Ket. Kepala Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka dan Kampus Mengajar, Asri Aldila Putri.

JAKARTA - Kepala Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka dan Kampus Mengajar, Asri Aldila Putri, mengatakan, sedikitnya 16.000 mahasiswa akan mengikuti program Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM) angkatan keempat tahun 2024 atau PMM 4. Mereka akan tersebar di 128 Perguruan Tinggi (PT) Penerima pelaksana di seluruh Indonesia.

"Mereka akan mengalami langsung perkuliahan sekaligus praktik-praktik kebinekaan masyarakat melalui modul-modul nusantara," ujar Asri, di Jakarta, Jumat (19/1).

Dia mengatakan bahwa minat perguruan tinggi untuk terlibat dalam program PMM terus meningkat setiap tahunnya. Untuk tahun 2024 ini, setidaknya terdapat 210 perguruan tinggi yang menjadi PT Penerima dalam program tersebut.

"Dari 210 ini kemudian terpilih 128 perguruan tinggi yang hari ini melakukan penandatangan perjanjian kerja sama," jelasnya.

Asri menerangkan, 128 PT pelaksana tersebut tersebar di 29 dari 38 provinsi di Indonesia di enam kluster pulau yaitu Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Bali -Nusa dan Maluku-Papua. Dengan demikian distribusi mahasiswa di pada enam klaster pulau di Indonesia sudah terpenuhi secara merata.

Sementara itu, para mahasiswa peserta PMM 4 berasal dari 34 provinsi di Indonesia. Klaster terbanyak berasal dari klaster Pulau Sumatra 40,8 persen atau 6.628 mahasiswa.

"Sementara untuk asal mahasiswa PMM 4 paling banyak berasal dari Provinsi Sumatra Utara 13,59 persen atau 2.208 mahasiswa," katanya.

Agen Perdamaian

Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi, Kemendikbudristek, Kiki Yuliati, memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan PMM yang dinilai telah memberikan pengalaman yang tidak bisa dirupiahkan bagi para mahasiswa. Menurutnya, di tengah kehidupan yang kian kompleks, program PMM berperan dalam membekali mahasiswa dengan kemampuan berkolaborasi, bekerja sama, serta menghargai keberagaman.

"Pakar sekarang tidak lagi menggunakan hukum survival of the fittest, tetapi mulai mengangkat satu hukum baru, survival of the friendliest. Jadi, mereka yang mampu berkolaborasi, bekerja sama, dan menghargai keberagaman itulah yang akan eksis," ucapnya.

Kiki meminta PT Penerima pelaksana untuk memberikan pengalaman yang beragam kepada mahasiswa yang tidak hanya akan membuka wawasan. Perguruan Tinggi menginspirasi mahasiswa menghargai dan nyaman dengan keberagaman.

"Kami mohon perkenalkan budaya dan kebiasaan di tempat bapak ibu kepada mahasiswa karena bisa jadi itu menjadi hal yang tidak biasa bagi mahasiswa dan akan membuat mereka nyaman menerima perbedaan, nyaman dalam konflik. Dengan kemampuan itulah, maka mereka akan mampu menyelesaikan setiap konflik yang terjadi," terangnya.

ruf/S-2

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Perum Bulog Lebak-Pandeglan...

BPJS Kesehatan Edukasi Polda Kepri Terkait Program JKN

50 menit yang lalu | Bambang Wijanarko

Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
Rona
6 Drama Korea Baru yang Waj...
Nasional
Tanggapan Istana Usai Wamen...
Daerah
Bus Transjateng Akan Tambah...
Nasional
Wakil Menteri Imipas Silmy ...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.