Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

PM Tiongkok Peringatkan Tidak Ada Negara yang Bebas dari Resiko Gunakan AI

📅 Jumat, 05 Jul 2024, 00:02 WIB | Oleh:
PM Tiongkok Peringatkan Tidak Ada Negara yang Bebas dari Resiko Gunakan AI Doc: Pedro Pardo/AFP
Ket. Perdana Menteri (PM) Tiongkok, Li Qiang

ISTANBUL - Perdana Menteri (PM) Tiongkok, Li Qiang memperingatkan tidak ada negara di mana pun yang bebas dari risiko dalam penggunaan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) meski itu merupakan "kekayaan bersama umat manusia".

PM Li saat berpidato di Konferensi Kecerdasan Buatan Dunia 2024, di Shanghai pada Kamis (4/7) mengatakan risiko yang ditimbulkan oleh kecerdasan buatan adalah tantangan bersama. Tidak ada negara yang bisa menghindari hal ini.

Seperti dikutip dari Antara, Li menyerukan kerja sama yang lebih mendalam dalam tata kelola AI dan pembentukan "mekanisme internasional dengan partisipasi universal."

Ia menekankan teknologi baru yang "aman, andal, dan terkendali", namun menyesalkan banyak negara berkembang masih tertinggal. "Kesenjangan kecerdasan ini" perlu dijembatani, kata dia, dan mengusulkan kerja sama antarnegara untuk menumbuhkan lingkungan yang "adil dan terbuka" dalam pengembangan AI.

Menurut Li, sebanyak 2,5 miliar manusia di dunia masih berada di luar jaringan, dan banyak negara berkembang "belum mendapatkan manfaat nyata dari pengembangan kecerdasan buatan."

Kekayaan Bersama

Namun, tambahnya, kecerdasan buatan adalah kekayaan bersama umat manusia. Masyarakat Tiongkok selalu percaya bahwa pembangunan sejati adalah ketika semua orang berkembang bersama-sama.

Sementara itu, Wakil Menteri Perindustrian dan Teknologi Informasi, Shan Zhongde mengatakan jumlah perusahaan AI di negara tersebut telah melampaui 4.500. Skala kekuatan komputasi Tiongkok berada di peringkat dua secara global.

Menurut laporan baru badan PBB, penemu yang berbasis di Tiongkok mengajukan paten kecerdasan buatan generatif (GenAI) berjumlah paling tinggi.

GenAI memungkinkan pengguna untuk mengembangkan beragam konten, termasuk teks, gambar, audio, dan kode perangkat lunak, yang digunakan untuk mendukung banyak produk industri dan konsumen.

Produk-produk ini termasuk chatbots seperti ChatGPT, Google Gemini, dan mesin pencari Tiongkok ERNIE Baidu, kata sebuah laporan yang dirilis oleh Organisasi Kekayaan Intelektual Dunia pada Rabu.

Menawarkan "pengalaman praktis" Tiongkok dalam tata kelola AI global, Li mengatakan pengembangan AI merupakan peluang besar bagi dunia dan tantangan global yang besar. Penting bagi semua negara untuk melakukan diskusi mendalam, membangun konsensus, memanfaatkan peluang, dan mengatasi tantangan bersama-sama.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Dongkrak Kedatangan Turis, ...
Rona
Sering Melotot Belum Tentu ...
Daerah
RSUD Prambanan Ada Bau-bau ...
Daerah
Siswa Jalani Ujian Kenaikan...

Antisipasi Kemarau, Masa Tanam Dipercepat

39 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Antisipasi Kemarau, Masa Ta...
Daerah
Cukup Bagus Hasil Penanaman...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.